Publik Jepang sadar betul sejak saat itu Troussier telah membawa tim nasional ke level berikutnya.
Dia mencetak sejarah dengan menelurkan bintang-bintang seperti Hiroshi Nanami, Naohiro Takahara, Hidetoshi Nakata, dan Junichi Inamoto, serta talenta muda termasuk Shunsuke Nakamura dan Shinji Ono.
BACA JUGA:Ulasan dan Jadwal Pertandingan Grup B Piala Asia 2023: Australia, Uzbeksitan, Suriah, India
Namun, Troussier angkat kaki setelah Piala Dunia 2002 usai.
Dia telah mengangkat profil sepak bola Jepang dan menginspirasi generasi muda yang kemudian membantu tim nasional berkembang semakin kuat selama dua dekade berikutnya.
Setelah 22 tahun berlalu, Troussier kembali untuk melawan Samura biru di piala Asia 2023 sebagai lawan.
Pertemuan Jepang dan Vietnam kali ini cukup emosional dibanding perjumpaan di Piala Asia 2019 di partai perempat final yang dimenangkan Samura iru dengan skor tipis 1-0.
Walaupun begitu, Philippe Troussier akan membawa The Golden Star yang siap memberikan kejutan kepada Jepang.
BACA JUGA:Review Persaingan Grup A Piala Asia 2023: Tuan Rumah Qatar, China, Tajikistan, dan Lebanon
BACA JUGA:Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, Irak Menjadi Ujian Pertama Skuad Garuda
Troussier mengharapakan The Golden Star meniru kesuksesan Jepang saat menjadi juara grup untuk meraih tiket 16 besar Piala Dunia 2022 lalu.
Jepang tampil mengejutkan di fase grup Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan yakni Jerman (2-1) dan Spanyol (2-1).
“ Penting bagi kami untuk bersikap reaktif, mengganggu mereka, dan menghancurkan mereka,” ucap Troussier, dikutip dari laman resmi AFC.
Troussier menambahkan, bahwa timnya bisa bermain agresif dan mungkin akan membuat masalah seperti Jepang saat melawan Jerman di Piala Dunia 2022,” Katanya.
Philippe Troussier juga mengharapkan The Golden Star harus mampu untuk mengonversikan berbagai peluang menjadi gol saat melawan Jepang nanti.