Prinsip umumnya adalah bahwa direktur olahraga memiliki mandat yang lebih kuat, melapor langsung kepada petinggi seperti pemilik, ketua, atau CEO klub.
Adanya peran direktur teknik yakni menjadikan satu eksekutif memiliki tanggung jawab menyeluruh atas sisi sepak bola sebuah klub.
Untuk menjamin keberlanjutan, lebih baik orang ini bukan pelatih kepala, karena mereka cenderung datang dan pergi.
Dalam dunia yang ideal, direktur olahraga akan menyusun strategi 360 derajat untuk klub, memastikan bahwa strategi tersebut selaras dari tingkat Akademi hingga tim utama.
Selaras dalam konteks ini berarti mengadopsi prinsip pengembangan dan metode kerja yang sama, sehingga memudahkan adaptasi cepat bagi lulusan Akademi terhadap gaya bermain tim utama.
Selain itu direktur teknik akan sebisa mungkin, menunjuk pelatih dan staf di belakang layar yang dianggap paling mampu menerapkan gaya bermain dan modus operandi yang ditetapkan klub.
Tugas Pelatih
Perbedaan utama antara pelatih dan manajer adalah bahwa fokus utama pelatih kepala selalu pada tim, dalam permainan, mengembangkan aspek taktis dan teknis permainan.
Pelatih mengembangkan strategi pelatihan dan mempelajari lawan. Fokusnya lebih pada permainan dan cara memenangkan pertandingan berikutnya.
Tugas Manajer
Manajer di dalam sepak bola lebih fokus pada pengembangan tim. Bukan hanya untuk mengembangkan aspek pelatihan, tetapi juga fasilitas, proses scouting, dan negosiasi dengan pemain. Manajer jelas memiliki peran yang lebih luas daripada pelatih.