JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam upaya untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia (SDM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pelaksanaan pendidikan dan pelatihan vokasi.
Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) , Agus Gumiwang Kartasasmita, hal ini juga sejalan dengan upaya akselerasi peningkatan produktivitas nasional, serta mengurangi angka pengangguran.
BACA JUGA:Konfirmasi Pembangunan Pabrik Airtag Apple di Batam, Ini Kata Kemenperin
“Ini juga untuk mendukung terciptanya peningkatan produktivitas nasional sekaligus,” ucap Menperin Agus di Jakarta, pada Kamis 23 Januari 2025.
Menurut Menperin Agus, saat ini Kemenperin memiliki 13 Pendidikan Tinggi Vokasi, 9 Sekolah Menengah Kejuruan, dan 7 Balai Diklat Industri, yang seluruhnya berperan aktif dalam penyediaan dan pengembangan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global.
Sementara itu, dalam menjalankan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang Kemenperin juga menjalin kerja sama yang strategis dengan berbagai pihak terkait.
Salah satu kolaborasi internasional yang telah diselenggarakan adalah Program Peningkatan Produktivitas SDM Industri dari hasil kerja sama antara Kemenperin RI dengan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang.
“Kolaborasi ini direalisasikan oleh BPSDMI Kemenperin RI bersama The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) Jepang,” jelas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Masrokhan.
Menurut Masrokhan, kolaborasi ini direalisasikan oleh BPSDMI Kemenperin RI bersama The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) Jepang.
BACA JUGA:Dianggap Sebagai Penghambat Investasi, Kemenperin: TKDN Adalah Pelindung Produk Dalam Negeri
BACA JUGA:Belum Resmi Dapat Izin, Kemenperin Ungkap Ribuan iPhone 16 Series Sudah Masuk ke Dalam Negeri
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dari hasil kerja sama kedua pihak, antara lain Pelatihan Guru Produktif Bidang Elektronika dan Pemesinan, Pelatihan 5S/Kaizen untuk guru-guru SMK, Program Pelatihan Infrastruktur Pengembangan SDM Industri Manufaktur Indonesia (ENIV) di Jepang, serta Pelatihan Lean Manufacturing for Making Indonesia 4.0 (LEMMI 4.0).