Dan yang menarik beberapa kilometer sekali, sisi kiri jalanan menampilkan landscape hutan dan perkebunan.
Awalan yang menarik, kondisi jalanan ini sangat mendukung untuk menjajal kemampuan fitur Y-Shift dari YECVT.
Rekan-rekan media lain dengan Aerox Alpha masing-masing pun tampak tak menyia-nyiakan momen ini.
Termasuk Disway dengan Aerox Turbo Ultimate, kami geber dengan kecapatan rata-rata di 70-80 km/jam.
Sesekali kami memanfaatkan fitur Y-Shift menyesuaikan jalanan menanjak.
Pasalnya selama perjalanan menuju Imogiri-Panggang, jalanan menanjak yang kami lalui cukup variatif.
Terkadang Disway menurun "Shift Down" dari fitur tersebut antara Y-Shift 1 dan Y-Shift 2.
BACA JUGA:Yamaha Gelar We Are Aerox Society di Pontianak & Makassar, Ratusan Gang Alpha Tampil Stand-Out
Menurut kami dua tingkatan fitur itu menawarkan feeling yang berbeda ketika di tanjakan.
Pada menekan Y-Shift 1 di tanjakan yang tak terlalu curam, fitur ini sangat membantu stabilitas kecepatan motor.
Memang, sensasi yang ditawarkan sangat unik, deselerasi mesinnya sangat terasa, seperti motor turun gigi.
Ketika mencoba dengan tingkatan Y-Shit 2, delerasi mesin semakin terasa, tenaga motor lebih padat di 6.000 rpm sampai 7.000 rpm.
Hal ini memungkinkan akselerasi motor tetap stabil di jalanan menanjak.
Tapi perlu dicatat, ketika menggunakan fitur Y-Shift di tanjakan jangan sesekali melepas gas.
BACA JUGA:Benda NapoleonBob 250 dan Keeway Gleiten Meluncur di IIMS 2025, Motor Keren Gak Perlu Modif Lagi!