Untuk menuju ke pesisir pantai Parangkritis, kondisi jalanan mulai menurus dengan kelokan-kelokan tajam.
Di sinilah kami mulai merasakan efek dari keunggulan fitur dan teknologi Aerox Turbo Ultimate.
Tapi seperti dibilang tadi, kami akan jabarkan di artikel selanjutnya. Mohon bersabar.
Namun yang jelas, rasa penasaran rider Disway terbayarkan dengan rute balik ini.
Oiya, jarak tempuh untuk sampai ke kawasan Parangkritis, kurang lebih memakan waktu sekitar 45 menit.
Kami sempat khawatir dengan cuaca sepanjang jalan kembali ke Jogja ini, karena awan-awan di atas mulai mendung.
Sehingga selama perjalanan kami merasakan perubahan cuaca, yakni berangin dan dingin.
Mendekati Parangkritis, lalu lintas kendaraan mulai cenderung ramai, tapi kami yang sedang touring menggunakan Aerox Alpha series ini tetap Full Gaspoll.
Wajar saja, karena memang kawasan ini kawasan pariwisata, bus-bus dari berbagai daerah menuju ke sini.
Alhasil, rider Disway kembali memanfaatkan fitur Y-Shift untuk merasakan sensasi Turbo ketika menyalip kendaraan.
Sedikit informasi, sensasinya yang kami rasakan dengan fitur ini memang berpengaruh besar untuk mengoptimalkan tenaga jauh lebih mantap.
Di tengah keasyikan berkendara dengan Aerox Turbo Ultimate, gerimis mulai turun tipis-tipis.
Puncak ajang We Are Aerox Society di Yogyakarta (Jogja), Yamaha Indonesia memperkenalkan Yamaha Aerox Alpha series kepada pengunjung Jogja City Mall.-Dimas/Disway.id-
Hingga sampai Bantul, lalu lintas kendaraan mulai padat, beberapa kilometer sekali berhenti karena lampu merah.
Rombongan kami pun mencuri perhatian warga sekitar, tentu saja karena daya tarik Aerox Alpha series yang kami geber ini.
Sampai akhirnya kami tiba di Museum Perjuangan, Kota Jogja sekitar pukul 16.00 WIB.