Kenali Mitos dan Fakta Penyakit Kusta, Hapus Stigma Jangan Dikucilkan

Jumat 28-02-2025,20:12 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Penurunan kualitas hidup

BACA JUGA:Mitos atau Fakta? Deposito Hanya untuk Orang Tua

Apa Itu Penyakit Kusta dan Gejalanya?

Dikutip dari laman resmi Kemenkes, Kusta, yang juga dikenal dengan nama morbus hansen, merupakan penyakit infeksi bakteri yang bersifat kronis dan disebabkan oleh mycobacterium leprae.

Kusta menyerang kulit, saraf perifer, mata, dan mukosa dari saluran pernapasan atas, otot, tulang, dan testis.

Kusta juga dapat menyerang beragam kelompok umur, dari anak hingga orang lanjut usia.

Kusta ditularkan melalui droplet yang keluar dari hidung dan mulut penderita lewat kontak kulit yang lama dan dekat dengan pasien yang belum diobati.

Meskipun demikian, kusta dapat diobati. Diagnosis dini dan pengobatan segera dapat mencegah kecacatan.

Gejala penyakit kusta tidak muncul tiba-tiba. Setelah terpapar bakteri kusta, gejalanya dapat timbul dalam setahun atau bahkan 20 tahun kemudian.

BACA JUGA:Mitos Nanas Muda Jelang Tahun Baru 2025, Ini Faktanya!

Manifestasi dari penyakit ini umumnya terlihat melalui lesi kulit dan keterlibatan saraf perifer.

Untuk menegakkan diagnosis kusta, setidaknya ditemukan salah satu dari tanda kardinal, seperti kehilangan sensasi atau rasa rangsang raba pada lesi putih/ hipopigmentasi atau lesi kemerahan/eritema; penebalan atau pembesaran saraf perifer yang disertai penurunan sensasi dan/atau kelemahan dari otot yang berhubungan dengan saraf tersebut; serta ada bakteri basil tahan asam pada pemeriksaan kerokan kulit.

Lesi kulit biasanya berupa perubahan warna pada kulit, seperti kulit berwarna putih, merah, atau seperti tembaga, dan dalam berbagai bentuk, entah datar atau meninggi.

Kusta menyerang beragam orang dengan beragam cara, tergantung dari imunitas seseorang.

Orang dengan imunitas tinggi akan memiliki kuman basil yang sedikit dan dikategorikan sebagai kusta PB (pausi basiler). Adapun orang dengan banyak kuman basil di dalam tu

buh dikategorikan sebagai pasien kusta MB (multibasiler). Pasien kusta tipe PB adalah pasien kusta dengan 1-5 buah lesi dan biasanya tidak ditemukan kuman basil.

Kusta tipe MB punya lebih dari lima lesi atau adanya gangguan fungsi saraf akibat peradangan/ neuritis (keluhan neuritis saja atau neuritis disertai lesi kulit berapa pun jumlah lesi kulit), atau adanya basil pada pemeriksaan kerokan kulit, berapa pun jumlah lesi kulitnya.

Kategori :