Pengeboman tersebut semakin membuat berbagai kantor dan organisasi di Yaman ketakutan.
Mereka mempertanyakan apakah Yaman akan menjadi tempat yang tepat untuk tinggal dan bekerja.
Militer Amerika telah mengebom Yaman sejak 15 Maret lalu, setelah pemerintah Yaman yang dipimpin Ansarallah mengumumkan niatnya untuk melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan Laut Arab sebagai tanggapan atas blokade Israel terhadap Gaza.
Sejauh ini Amerika telah dua kali mengebom sebuah rumah sakit kanker di wilayah utara negara itu.
Sedangkan kantor berita Saba Yaman dalam laporannya menuduh Amerika melakukan kejahatan perang penuh dengan menargetkan warga sipil dan objek sipil, yang mengakibatkan puluhan kematian dan cedera di beberapa provinsi.
Yaman sendiri melalui Houthi telah menyerang kapal-kapal dan target-target yang terkait dengan Israel di Israel sejak November 2023 untuk mendukung warga Palestina di Gaza.
Genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza telah menewaskan lebih dari 50.000 orang, mengubah sebagian besar wilayah itu menjadi gurun tak berpenghuni, dan membuat hampir semua dari 2 juta penduduknya mengungsi.