Joseph McCartin, profesor sejarah perburuhan di Universitas Georgetown, menyebut skala protes May Day 2025 sebagai yang terbesar dan paling luas secara geografis.
"Aksi ini bukan hanya simbolik, tapi juga politis. Ini menunjukkan bahwa pekerja di AS siap melawan dominasi elit dan korporat yang mengabaikan kepentingan rakyat," ujarnya.
Dengan dukungan dari berbagai serikat, kelompok aktivis, dan komunitas imigran, May Day 2025 di AS mencerminkan amarah yang terakumulasi dan tekad kuat untuk merebut kembali keadilan sosial dan ekonomi.