Penyesuaian taktik dan rotasi pemain yang tepat menjadi kunci.
Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dan mental bertanding terutama dengan absennya beberapa figur penting dalam skuad.
Kini harapan publik berada pada pemain-pemain muda dan debutan yang siap unjuk gigi ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kedalaman tim serta kesiapan menghadapi tekanan di level kompetisi tertinggi.
Pertandingan melawan China bukan hanya tentang hasil, tetapi juga pembuktian bahwa Timnas Indonesia siap bersaing di level Asia dan mewujudkan impian tampil di Piala Dunia.
BACA JUGA:Selesai Itu Malaysia! Pemain Diaspora Masuk, Line-up Mewah Timnas U-23 di Piala AFF
PSSI Jemput Pascal Struijk Untuk Piala Dunia 2026
Rumor naturalisasi terhadap Pascal Struijk masih jadi sorotan sejumlah media asing.
Bek Leeds United itu ramai disebutkan menjadi rebutan untuk membela Timnas Indonesia dan timnas Belgia hal yang kemudian membuat Timnas Indonesia gerak cepat amankan pemain berusia 25 tahun itu.
Seperti diketahui, pemain keturunan Indonesia Pascal Struijk masuk dalam radar pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia untuk persiapan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026.
Belgia dijadwalkan akan melakoni pertandingan melawan Makedonia Utara dan Wales pada Juni nanti.
Menurut laporan media Belgia, Football 24. Pascal Struijk menjadi pemain yang dirayu oleh Rudi Garcia agar mau membela Red Devils, julukan tim nasional Belgia.
Meski begitu besar kemungkinan Pascal Struijk akan disisihkan, pasalnya direktur teknik Belgia yakni Vincent Mannaert lebih ingin agar pemain yang dipanggil Garcia ialah pemain di sektor depan.
Sejatinya Pascal Struijk sudah cukup lama mengaku bahwa ia memang memiliki garis keturunan Indonesia.
Sementara itu, nilai pasar Pascal Struijk jika dikutip dari data transfermarkt menembus angka 16 juta Euro dan itu menjadi nilai paling tinggi dibanding semua pemain Asia.
"Jika ia dinaturalisasi sebagai WNI, Struijk akan menjadi pemain termahal di timnas Indonesia," ulas Media Football 24 tersebut.
Bahkan menurut media Korsel itu, satu Pascal Struijk dapat mengalahkan seluruh nilai pasar tim nasional China.