Kolaborasi SDM Jadi Pilar Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

Sabtu 12-07-2025,08:17 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

BACA JUGA:Segera Cek! Ini Batas Terakhir Pengambilan Uang BSU 2025 di Kantor Pos Sebelum Hangus

BACA JUGA:Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Kemenperin Soroti Potensi Industri Informasi dan Komunikasi

Lebih jauh diskusi semakin dalam dengan paparan yang diberikan oleh nara sumber kedua oleh Dr. Ir. Romie Oktovianus Bura, B.Eng. (Hons.), MRAeS, Ph.D., yang memberikan perspektif tajam dan berani tentang urgensi perubahan cara pandang terhadap SDM pertahanan.

“Mindset kita masih menempatkan SDM di paling bawah. Padahal, setiap industri besar dibangun dari manusianya. Kalau kita mau naik kelas, harus ubah mindset itu,” ungkap Dr.Romie.

Pernyataan ini merupakan kritik terhadap kecenderungan menempatkan SDM sebagai prioritas rendah dalam pembangunan industri pertahanan. Dr.Romie menekankan bahwa SDM adalah kunci keberhasilan, bahkan lebih penting daripada peralatan atau teknologi canggih.

Selain itu Pendidikan harus berujung pada kompetensi dan pengalaman nyata, bukan hanya gelar.

BACA JUGA:Nomor WA Kamu Dapat Saldo DANA Gratis Rp345.000 Pagi Ini Lewat Main Mudah Game Mager, Gaskeun!

BACA JUGA:Cek Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini Sabtu 12 Juli 2025: Seluruh Kawasan Ibu Kota Cerah!

“Tanpa SDM yang kompeten, teknologi canggih pun tidak akan bisa dioperasikan atau dikembangkan,” jelasnya.

Dr.Romie juga mengingatkan bahwa penguasaan teknologi tidak bisa hanya diperoleh di ruang kuliah.

“S1 atau S2 tidak cukup. Mereka harus diberi ruang untuk praktek nyata, untuk riset, untuk berbuat,” katanya. Pendidikan harus berbasis praktik dan proyek yang menyatu dengan kebutuhan industri pertahanan nasional.

Lebih lanjut, Dr.Romie menekankan pentingnya menciptakan ekosistem inovasi triple helix, pemerintah, industri dan akademisi.

“Kita gagal bukan karena SDM kita lemah. Tapi karena tidak ada sistem yang menopang mereka untuk berkembang,” tegasnya.

Ia bahkan mengkritik kebijakan yang tidak memfasilitasi pengembangan SDM berbasis proyek jangka panjang, seperti dual use technology dan defense R&D berbasis kampus.

BACA JUGA:Timnas Indonesia Masuk Pot 3! Siap-Siap Neraka di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026? Ini Bocoran Grup dan Drama AFC

BACA JUGA:Dampak Ranking FIFA Berubah: AFC Bingung, Indonesia Ketiban Durian Runtuh?

Kategori :