“Tanpa SDM yang ditempatkan sebagai aset strategis dan dibangun secara sistemik, industri pertahanan Indonesia akan terus bergantung pada luar negeri.” tutup Dr.Romie.
Pada akhirnya, FGD ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga panggilan untuk aksi konkret dalam mereformasi kebijakan SDM pertahanan.
Dari para narasumber, muncul konsensus bahwa kolaborasi antarsektor, pembaruan regulasi, serta perubahan paradigma terhadap SDM adalah kunci menuju kemandirian dan kedaulatan teknologi pertahanan nasional.