571 Ribu Penerima Bansos Terlibat Judi Online, Kemensos Lakukan Asesmen

Rabu 16-07-2025,23:55 WIB
Reporter : Fajar Ilman
Editor : Fandi Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan PPATK untuk mendalami temuan 571 ribu penerima bansos yang diduga digunakan untuk judi online (Judol). 

"Jadi Kita ini kan datang ke PPATK, ya kan Menyerahkan Gitu loh, data-data kita Ke PPATK supaya kemudian dicek ada masalah apa di Rekening-rekening ini," katanya kepada wartawan, Rabu 16 Juli 2025.

BACA JUGA:Cak Imin Tegas! Duit Bansos Dipakai Judi Online? Siap-Siap Bantuan Dicabut Permanen

BACA JUGA:Ratusan Ribu Rekening Bansos Terdeteksi Judi Online, Istana: Kita Pertimbangkan untuk Dicoret!

Menurut Agus, masalah dalam proses distribusi bansos sebelumnya menjadi pemicu investigasi ini. Data dari Kemensos kemudian dicocokkan dengan data pemain judi online yang dikantongi oleh PPATK.

"Kemudian di komparasi NIK yang berada di Kemensos itu dengan pemain-pemain Judi online. Jadi Kemudian di PPATK Ada sekitar 500 ribu lah," ucapnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa temuan ini masih bersifat awal dan harus dikaji lebih lanjut. 

"Ini sedang kita assessment. Ini sedang kita dalami kalau benar, ya Kalau benar ya, kemudian mereka menggunakan bantuan sosial untuk judi ya nanti harus kita selesaikan gitu loh," paparnya.

Agus juga menyoroti pentingnya verifikasi menyeluruh karena bisa saja penerima bansos tidak sadar terlibat secara langsung. 

BACA JUGA:Bansos Dipakai Buat Judi Online? Mensos Gus Ipul Ancam Coret Nama Penerima

"Bisa saja misalkan, rekeningnya dipakai. Bisa saja mereka gak tau kalau sebetulnya Itu adalah judi mereka main game, gitu loh. Atau Alat, apa namanya komunikasinya, HP-nya pipinjam oleh pihak lain," jelasnya.

Terkait sumber dana dan saluran penyaluran bansos, ia mengonfirmasi bahwa berbagai bank terlibat. 

"Banknya apa? BRI? hampir semua bank," ungkapnya.

Investigasi Lanjutan dan Potensi Sanksi

Kemensos bersama PPATK berkomitmen melakukan investigasi menyeluruh sebelum mengambil keputusan soal kelayakan penerima bansos ke depan. 

"Jadi Ini masih banyak variabel yang harus diverifikasi, yang harus diassessment Sebelum kemudian kemensos ya memutuskan apakah mereka layak mendapatkan bantuan atau tidak kita akan terus berkoordinasi dengan PPATK," tutupnya.

Kategori :