Gus Ipul: Tiga Program Prioritas Kemensos Tunjukkan Tren Positif di Awal 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin, 2 Februari 2026 terkait perkembangan penyaluran bansos yang telah melampaui 90 persen, kesiapan penambahan 30 ribu siswa Sekolah Rakya-Dok.Kemensos-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memaparkan perkembangan positif tiga program prioritas Kementerian Sosial (Kemensos) di awal 2026.
Yakni bantuan sosial (bansos), Sekolah Rakyat, dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penyaluran bantuan sosial reguler hingga awal Maret 2026 telah melampaui 90 persen untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Sembako.
BACA JUGA:Ayah Ideologis Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Perkenalkan Dunia Ilmu Filsafat Sejak SMP
BACA JUGA:Wamen Ekraf Usung Semangat Harmoni Imlek Nusantara sebagai Simbol Toleransi di Indonesia
“Sisanya masih dalam proses karena ada penerima-penerima baru hasil pemutakhiran (DTSEN) yang perlu buka rekening kolektif (burekol),” kata Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat, Senin malam, 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sebagian kecil keluarga penerima manfaat masih menunggu proses burekol.
Namun secara umum, realisasi penyaluran telah sesuai target.
Pada saat yang sama, Kemensos tengah menyiapkan penjangkauan siswa baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026 dengan target sekitar 30 ribu siswa.
Jika ditambah hampir 16 ribu siswa angkatan sebelumnya, total siswa Sekolah Rakyat akan mencapai sekitar 46 ribu.
BACA JUGA:Bahlil: Stok BBM Nasional Aman 20 Hari, Konflik Iran–Israel dan AS Belum Ganggu Subsidi Energi
BACA JUGA:Zulhas: Impor Beras 1.000 Ton dari AS untuk Kebutuhan Khusus, Bukan Konsumsi Umum
Untuk menjaga integritas penerimaan siswa baru, Kemensos melakukan pelatihan kepada pendamping sosial, khususnya pendamping PKH, yang terlibat dalam proses penjangkauan calon siswa.
“Tidak boleh ada titipan, kongkalikong, dan tidak boleh ada bayar-membayar. Karena yang bisa sekolah di sini adalah keluarga yang berada di desil 1 atau 2 (DTSEN) setelah melalui proses asesmen,” jelas Gus Ipul.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: