Pesan Gus Ipul Jelang Operasional Sekolah Rakyat Permanen

Jumat 29-05-2026,20:13 WIB
Pesan Gus Ipul Jelang Operasional Sekolah Rakyat Permanen

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh pengelola Sekolah Rakyat bersiap menghadapi babak baru penyelenggaraan Sekolah Rakyat permanen yang akan mulai beroperasi secara bertahap tahun ini. --Kemensos

JAKARTA, DISWAY.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh pengelola Sekolah Rakyat bersiap menghadapi babak baru penyelenggaraan Sekolah Rakyat permanen yang akan mulai beroperasi secara bertahap tahun ini. 

“Sekolah Rakyat permanen bukan versi lebih besar dari Sekolah Rakyat sementara. Ini institusi yang berbeda dan tuntutannya juga berbeda. Kepala sekolah harus bertransformasi dari pengelola program menjadi pemimpin institusi pendidikan unggulan,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi bersama para kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat 29 Mei 2026.

Seluruh Kepala Sekolah Rakyat serta perwakilan guru, wali asuh, dan wali asrama secara daring yang hadir dalam rapat ini mendapat penegasan dari Gus Ipul bahwa pembangunan Sekolah Rakyat permanen harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya.

BACA JUGA:Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni

Lantaran kompleks pendidikan yang dibangun di atas lahan 7 hektare hingga 10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA kelak membutuhkan tata kelola yang jauh lebih matang.

Seluruh unsur di lingkungan sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asuh, hingga petugas kebersihan pun memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa.

“Mulai sekarang, bukan nanti. Kesiapan harus dibangun jauh sebelum Sekolah Rakyat permanen diresmikan,” ujar Gus Ipul.

Dalam arahannya, Gus Ipul menaruh perhatian besar pada penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan tidak boleh ada perbedaan kualitas layanan antarsekolah, baik dalam aspek pembelajaran, kesehatan, pengasuhan, ibadah, hingga kehidupan di asrama.

“Semua harus terprotokol dan terdokumentasi dengan baik. Tidak boleh ada Sekolah Rakyat yang kualitas layanannya jauh berbeda dengan yang lain,” katanya.

BACA JUGA:Wamensos Agus Jabo Dorong Pringsewu Cari Lahan Sekolah Rakyat

Gus Ipul juga meminta pengelolaan asrama dilakukan secara profesional karena asrama merupakan ruang pembentukan karakter siswa selama 24 jam.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemensos akan memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan CCTV di berbagai titik sekolah.

“Anggap seperti mengelola hotel bintang lima. Bagaimana toiletnya, bagaimana tata kelolanya, bagaimana SDM-nya. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” ujar Gus Ipul.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: