Gus Ipul: Tiga Program Prioritas Kemensos Tunjukkan Tren Positif di Awal 2026

Gus Ipul: Tiga Program Prioritas Kemensos Tunjukkan Tren Positif di Awal 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin, 2 Februari 2026 terkait perkembangan penyaluran bansos yang telah melampaui 90 persen, kesiapan penambahan 30 ribu siswa Sekolah Rakya-Dok.Kemensos-

Selanjutnya hasil asesmen tersebut diajukan kepala daerah kepada Kemensos untuk diverifikasi dan divalidasi sebelum ditetapkan secara resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Saat ini pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat berlangsung di 104 titik di berbagai daerah.

Setiap sekolah dirancang menampung hingga 1.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

BACA JUGA:Besok! Kemenag Ajak Umat Islam Untuk Shalat Gerhana Bulan

BACA JUGA:PT TUN Batalkan Putusan PTUN, Gugatan Indobuildco atas Blok 15 GBK Kandas!

Seleksi kelayakan lahan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan memastikan status lahan tidak bermasalah, sementara Kemensos mendampingi pemerintah daerah dalam pemenuhan persyaratan.

Di luar 104 titik tersebut, sekitar 100 kabupaten dan kota telah mengajukan pembangunan dan menunggu tahap berikutnya.

Dalam tujuh bulan operasional, siswa Sekolah Rakyat mencatat sejumlah prestasi akademik dan nonakademik yang menggembirakan. 

“Ini cukup menggembirakan dan saya berharap kepala sekolah dan tenaga kependidikan bisa mempertahankan capaian yang sudah kita dapat dan harus kita lakukan peningkatan lebih banyak lagi,” jelas Gus Ipul. 

Terkait pemutakhiran DTSEN, Kemensos terus berupaya menghadirkan data yang akurat melalui konsolidasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta pemerintah daerah. Untuk itu data dimutakhirkan setiap tiga bulan untuk memastikan bansos tepat sasaran dan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

BACA JUGA:Dicibir Cuma Lulusan Paket C, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Disupport Aktivis 98 Pendiri Omah Dongeng Marwah

BACA JUGA:Fakta Baru Kasus Botok dan Teguh Jelang Vonis 5 Maret 2026, Warga Pati Tuntut Pemakzulan Sudewo

“Kami ingin mengajak para kepala desa, operator data desa, operator Dinsos, untuk benar-benar menggunakan saluran yang ada dalam memperbaiki data kita. Untuk data Bansos akan dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali, sementara untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI-JKN) akan di-update setiap bulan, tetapi berlakunya 3 bulan kemudian,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads