Meskipun popularitas Padel melonjak, ada tantangan yang harus dihadapi. Selain ketersediaan lapangan, ada pula praktik tidak bertanggung jawab.
Komunitas Padel Nyok mengungkap adanya fenomena "mafia lapangan". Oknum-oknum ini disinyalir memblokir jadwal lapangan.
Kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih mahal. Hal ini menyulitkan pemain yang ingin mencari jadwal.
" Mafia-lah istilahnya. Jadi kayak kita mau nyari lapangan buat main aja udah susah banget. Karena ada beberapa orang yang udah ngeblok. Jadi mereka jual-jualin kayak gitu. Dengan harga yang lebih mahal," jelas Acha S dari Komunitas Padel Nyok pada Disway, Rabu, 16 Juli 2025..
Komunitas-komunitas seperti Padel Nyok ini berperan besar dalam mengembangkan olahraga ini. Awalnya sulit mencari teman bermain, hingga kini memiliki ratusan anggota aktif.
Padel di Indonesia sudah memiliki induk organisasi resmi. Yaitu Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI).
Organisasi ini resmi berdiri pada 7 Juli 2023. PBPI juga telah menjadi anggota Federation International de Padel (FIP) tahun 2024.
Selanjutnya, Padel dalam naungan PBPI inipun menjadi salah satu cabang olahraga (Cabor) yang diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sejak 9 Agustus 2023.
Komunitas padel Indonesia pesat? Sudah sangat aktif. Tak hanya bermain, mereka membangun lapangan sendiri. Menyelenggarakan turnamen. Bahkan bekerja sama dengan pelaku padel dari luar negeri.
Diungkapkan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, perkembangannya sangat masif. Bahkan beberapa komunitas sudah menjalin hubungan dengan pelaku padel dari luar negeri.
“Ini menunjukkan daya tarik olahraga ini sudah cukup besar dan berskala internasional," kata dia.
Padel memang bukan hanya soal olahraga. Tapi juga gaya hidup. Tempat bertemu. Ruang untuk semua kalangan. Di sana ada pengusaha. Ada mantan atlet. Ada selebritas. Dan yang terpenting, ada semangat untuk membangun.
"Keberagaman ini menjadi kekuatan komunitas padel karena menciptakan ekosistem yang inklusif dan kolaboratif," kata Okto.
Tujuan akhirnya sederhana. Menjadikan padel sebagai bagian dari gerakan olahraga nasional. Bukan hanya untuk prestasi, tapi untuk hidup yang lebih sehat dan bahagia.
"Harapannya ke depan, Indonesia tidak hanya memiliki komunitas padel yang kuat, tapi juga bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa di level internasional," tutupnya.
Siap ke Olimpiade