OLAHRAGA SULTAN, LADANG CUAN

Jumat 18-07-2025,06:53 WIB
Reporter : Tim Lipsus
Editor : Khomsurijal W

Olahraga raket yang mulai merebut hati banyak orang di Indonesia ini, semakin digemari. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga menyebar cepat ke Bali, Surabaya, dan Medan. Bukan dari program pemerintah. Bukan pula lewat sekolah-sekolah olahraga. Tapi dari komunitas. Dari gaya hidup. Dari hobi yang menjelma jadi gerakan.

Raja Sapta Oktohari, tahu persis kenapa padel bisa secepat ini berkembang. Ia pun melihat prospeknya, Padel selaku olahraga siap ke Olimpade.

“Berkembang di Indonesia karena olahraga ini sangat mudah diakses dan inklusif. Sosialisasi dari federasi internasional juga berjalan masif dan berfokus pada pendekatan ke komunitas-komunitas lokal," terang Okto saat dihubungi Disway.Id di Jakarta, Rabu, 16 Juli 2025.

Di banyak tempat, orang bermain padel tidak pakai seragam lengkap. Tidak perlu lapangan luas. Bahkan tidak terlalu takut salah pukul. Karena padel memang diciptakan untuk itu. Ringan, menyenangkan, dan bisa dinikmati siapa saja.

Dari segi permainan, polanya cepat. Tetapi tetap cocok dimainkan oleh siapa saja, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman dalam olahraga raket.

“Padel memberikan kombinasi antara olahraga dan hiburan, yang pas dengan kebutuhan masyarakat kita saat ini," ujarnya.

Ini semacam perpaduan antara tenis dan squash. Dengan tempo permainan yang cepat tapi tetap fun. Sangat cocok untuk gaya hidup sehat melalui suasana yang menyenangkan.

Maka jangan heran jika padel, justru terasa lebih akrab. Tidak perlu terlalu atletis. Tidak perlu menang terus. Yang penting, bermain. Bergerak. Dan tertawa.

Okto melihat Padel memang berangkat dari komunitas. Tapi, arahnya kini semakin serius. Indonesia pun sudah bersiap untuk naik kelas. Dari sekadar gaya hidup menjadi olahraga kompetitif.

Kini, padel sudah diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Bahkan disebut-sebut sedang diperjuangkan masuk ke Olimpiade Brisbane 2032. Tentu, Indonesia tak mau hanya jadi penonton.

"Memang, awalnya padel hadir di Indonesia lebih melalui pendekatan komunitas dan gaya hidup, tapi sekarang arahnya sudah bergerak ke pembentukan struktur organisasi resmi. Dan ini penting untuk memastikan bahwa padel juga punya jenjang prestasi di masa depan," ujarnya.

Okto tak tinggal diam. Ia ingin padel punya federasi resmi di Indonesia. Bukan hanya untuk legalitas, tapi juga untuk mencetak atlet. Mengikuti turnamen. Tentu saja, selanjutnya membawa nama Indonesia ke podium.

"Kami di Komite Olimpiade Indonesia tentu mendukung pembentukan federasi resmi agar olahraga padel bisa tumbuh lebih terarah dan punya sistem pembinaan atlet yang jelas. Dan tentunya bisa mengikuti turnamen-turnamen internasional dengan membawa nama Indonesia melalui federasi nasional," ungkap Okto.

Padel telah membuktikan diri lebih dari sekadar tren sesaat. Dari asal mulanya di Bali hingga booming di Jakarta. 

Lebih dari sekadar olahraga. Padel menjelma menjadi fenomena multidimensional di Jabodetabek. 

Dari lapangan yang selalu penuh, potensi cuan bagi para "Padel Host," hingga masuknya olahraga ini dalam ranah pajak dan perhatian politik. 

Kategori :