Padel, sebagai olahraga yang intens, tentu membawa manfaat kesehatan. Namun, ada pula risiko yang perlu dicermati.
Terutama bagi para pekerja kantoran yang memilih bermain di malam hari.
Perencana Keuangan, Andy Nugroho, menyebut fenomena Padel sebagai budaya Fear of Missing Out (FOMO) yang positif.
"Meskipun terkesan FOMO, namun FOMO-nya sesuatu hal yang baik. Yaitu berolahraga. Sehingga dapat membuat penikmatnya memiliki kebugaran tubuh lebih baik dibanding tidak berolah raga," ujar Andy saat dihubungi Disway pada Senin, 14 Juli 2025.
Fenomena Padel ini lekat dengan istilah "kalcer" atau "kekinian". Bagi sebagian orang, menjadi cara untuk menunjukkan eksistensi diri.
Mulai selebriti hingga politisi pun ikutan-ikutan FOMO Padel. Dukungan dari public figure turut meramaikan dan mempercepat booming Padel di masyarakat.
Namun, lanjut Andy Nugroho, jika tidak bijak, FOMO bisa jadi bumerang. Diakui Padel cukup mahal.
"Sebenarnya bisa untuk semua kalangan. Namun kalangan dari ekonomi menengah atas memiliki kemudahan mengaksesnya. Karena biayanya cukup mahal," terangnya.
Ia menyindir orang-orang yang hanya ingin main Padel untuk eksistensi diri. Tanpa melihat kebutuhan dasar. Intinya takut ketinggalan tren alias takut dibilang gak update.
"Apabila hanya mengejar stigma dan agar dibilang kalcer dan demi eksistensi diri, sementara penghasilannya terbatas, kemungkinan akan membuat kebutuhan-kebutuhan lain tidak tercukupi. Biasanya yang terabaikan adalah kebutuhan untuk menabung dan investasi," tutur Andy.
Di sisi lain, pengguna justru menikmatinya. Selain berolahraga, Padel juga bisa jadi sarana lobi dan bisnis.
Nicholas S, seorang pengusaha industri aksesoris contohnya. Dia baru 2 bulan menekuni Padel.
Menurutnya, olahraga ini bukan hanya kebugaran. Tapi juga menjadi sarana bersosialisasi dan menjalin relasi baru.
“Dengan bermain rutin mendapatkan kesempatan untuk berolahraga. Biasanya open play setiap hari. Kadang pagi kadang sore. Kalau malam sering juga, jam 10-12 malam," jelas Nicholas ketika ditemui oleh Disway di lapangan Padel Wins Arena, Kuningan, Jakarta, Sabtu 12 Juli 2025.
"Sangat worth it banget dicoba. Karena kita juga selain main bisa untuk sosial sama teman-teman," tutupnya.
Risiko Kesehatan Padel