Hal ini terjadi karena pengunjung pasar tidak lagi membawa banyak uang cash untuk membayar barang belanjaan.
"Kenapa itu bisa dilakukan? Karena menggunakan QRIS ataupun EDC tadi, digital tadi," ujar Mas Pram sapaan akrabnya.
Untuk merangsang hal itu, Pramono pun melaunching Lomba Digitalisasi Pasar di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan pada Selasa, 22 Juli 2025.
BACA JUGA:Pertama Kali Jakarta Diundang PBB, Gubernur Pramono Hadiri Forum Politik Pembangunan Berkelanjutan
Lomba digitalisasi ini kata politikus PDI Perjuangan tersebut diikuti oleh 20 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.