Menurut seorang pejabat lainnya dari Provinsi Oddar Meanchey, yang tidak disebut namanya, seperti dikutip Associated Press, lebih dari 4.000 warga Kamboja terpaksa mengungsi dari rumah-rumah mereka di dekat perbatasan. Laporan Khmer Times menyebut banyak rumah warga yang hancur akibat serangan Thailand.
Sementara itu, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Thailand, sedikitnya 14 orang tewas akibat serangan-serangan militer Kamboja. Sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil.
KBRI Keluarkan Imbauan
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh, Kamboja juga mengeluarkan imbauan bagi WNI yang berada di perbatasan Thailand-Kamboja.
Meningkatnya eskalasi serangan antara Thailand dan Kamboja di perbatasan dua negara itu, KBRI Phnom Penh memberi imbauan penting bagi warga negara Indonesia (WNI).
Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh mengimbau semua warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja agar tetap tenang dan waspada seiring konflik yang bekecamuk di perbatasan Thailand-Kamboja.
BACA JUGA:Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja Meluas, 14 Orang Tewas dan Ribuan Dievakuasi
BACA JUGA:Perang Thailand-Kamboja: Roket Grad dan Jet Tempur Saling Serang, Belasan Warga Sipil Tewas
Konflik militer antara Kamboja dengan Thailand meningkat pada Kamis, 24 Juli 2025 kemarin diketahui masih berlanjut dan saling berbalas.
"KBRI Phnom Penh mengimbau agar seluruh WNI tetap tenang, waspada, dan tidak panik. Menghindari atau membatasi perjalanan ke wilayah terdampak," demikian imbauan KBRI Phnom Penh, Kamis.
KBRI Phnom Penh juga mengimbau WNI di Kambojauntuk mengikuti perkembangan situasi dari sumber-sumber resmi baik dari otoritas Kamboja, media terpercaya, atau media resmi KBRI Phnom Penh.
Untuk mempermudah pendataan dan komunikasi dengan KBRI, WNI juga diminta untuk melakukan lapor diri di portal Peduli WNI: www.peduliwni.kemlu.go.id.