BACA JUGA:Transformasi Desa, ACC Wujudkan Kampung Berseri Astra Gedang Selirang
Menjelang Kejuaraan Dunia 2025, Gregoria bercita-cita untuk meningkatkan persiapannya, baik secara mental maupun fisik.
Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan ekspektasi pribadi dan berfokus pada elemen-elemen yang berada dalam kendalinya.
"Bukan berarti saya ngerem ekspektasi, tapi lebih ke tetap punya motivasi dan target tanpa menekan diri sendiri. Yang penting saya sehat. Saya akan usaha lebih dari biasanya. Apalagi ini adalah turnamen yang saya tunggu-tunggu," ungkapnya.
Jorji juga menceritakan tantangan berat yang dihadapinya saat pulih dari vertigo, mengungkapkan perasaan disorientasi yang berasal dari kesehatannya yang tidak stabil.
"Waktu itu saya bahkan merasa duniadunia saya berubah. Dari atlet yang aktif banget jadi gak bisa ngapa-ngapain. Naik mobil bisa kambuh, stres banget. Untuk hidup sebagai orang normal saja susah, apalagi sebagai atlet," papar dia.
BACA JUGA:Tim Hukum Tom Lembong Minta Pemanggilan 3 Hakim ke MA Tak Sekadar Formalitas
Saat ini, ia sedang berusaha untuk menerima keadaan dan perlahan-lahan pulih. Jorji berfokus untuk mencapai keseimbangan antara dorongan kompetitif dan keseimbangan emosionalnya.
"Saya ingin berdamai sama kondisi saya. Yang saya bisa kontrol sekarang ya kayak stres, pola pikir. Karena ternyata itu juga pengaruh ke performa. Semoga di Kejuaraan Dunia nanti semuanya bisa lebih baik," pungkas Jorji.
Jorji akan menjadi salah satu harapan Indonesia di sektor tunggal putri untuk bisa berbicara banyak di Kejuaraan Dunia 2025.