Tarim Habib

Tarim Habib

Perkotaan dengan bangunan dari tanah.--

Dari daerah manakah mahasiswa Indonesia terbanyak di Tarim? Tergantung siapa yang menjawab. Mahasiswa asal Lombok akan menjawab dari daerahnya. Yang asal Kalsel akan menjawab: dari Banjarmasin.

Yang dari Padang, Jambi, Jakarta, dan Solo, akan menjawab: yang terbanyak dari Kalsel.

Di hari pertama di Tarim saya memang serasa di Banjarmasin. Lobi apartemen saya penuh dengan orang yang bercakap dalam bahasa Banjar. "Pepadaan," kata saya dalam hati.

Kami pun serasa bertemu saudara sekampung. "Istri saya Galuh Banjar," kata saya kepada mereka.

Saya ingat masa nan lalu: hari-hari pertama saya sebagai perantau di Samerinda. Suguhan tamu di sana selalu teh susu manis. Manis sekali. Kue utamanya ontok-ontok --roti goreng. Oh... ternyata itu kebiasaan yang ditularkan dari Hadramaut. Persis.

Rasa teh susu di Tarim ini, rasa roti gorengnya: persis seperti teh susu di Kalsel/Kaltim masa lalu. Juga rasa ontok-ontoknya.

Pengaruh Tarim di Kalsel memang terasa sangat dalam. Pada cara ulamanya berpakaian. Pada cara suguhannya. Pun sikap keberagamaannya.

Hubungan Kalsel-Tarim-Hadramaut ternyata hubungan yang sangat dalam.

Tarim sangat "Islami". Hampir tidak pernah melihat wanita di jalan-jalan. Wanita harus di rumah.

Kalau di Saudi, Tarim adalah Buraidahnya. Di Indonesia adalah Acehnya --dalam bentuk yang lebih ketat.

Tarim pernah terpilih sebagai "ibu kota" kebudayaan Islam dunia.

Saya harus bertanya dulu ke Bung Mirza, sahabat Disway, apakah Aceh pernah mengajukan diri mendapat giliran menjadi "ibu kota kebudayaan Islam dunia". Pemilihan itu dilakukan setahun sekali.

Mungkin Martapura, di Kalsel, juga bisa mencalonkan diri. Atau jangan-jangan Martapura sudah berubah sejak rezeki batubara meluberkan kegilaan pada harta ke seluruh Kalsel.

Tarim memang punya kebanggaaan masa lalu. Dan itu selalu didengungkan. Misalnya di masa setelah Nabi Muhammad wafat: terjadi gelombang murtad di mana-mana. Tarim, saat itu, terkenal di dunia Islam sebagai yang nol gelombang murtadnya.

Sampai-sampai, kata orang Tarim, khalifah pertama setelah Nabi, Abubakar as-Shiddiq, secara khusus memanjatkan tiga doa untuk Tarim: punya air yang melimpah, jadi gudangnya ulama dan Tarim tidak akan hancur sampai kiamat seperti halnya Makkah dan Madinah.

Kini, banyaknya air di Tarim --yang harusnya kering kerontang-- sering dihubungkan sebagai berkah doa Abubakar itu. Pun banyaknya ulama di sana. Jangan-jangan banyaknya habib bermunculan di Tarim masih terkait dengan doa itu.

Yang jelas letak Tarim memang di lembah yang amat dalam di antara gunung-gunung tanah di sekitarnya.


--

Di saat hujan gunung tanah itu menyimpan air. Pelan-pelan meresap ke bawah. Ke lembah. Jadi cadangan air yang besar.Itu tidak hanya di Tarim. Pun sampai di Wadi Doan, yang posisinya juga di lembah yang sangat dalam. Air melimpah di mana-mana.

Lalu soal banyaknya habib. "Waktu pulang ke Indonesia saya bingung. Saya ditanya soal perhabiban di Tarim. Saya tidak bisa menjawab," ujar Syahrul Ramadhan, mahasiswa asal Indramayu.

"Saya jawab saja bahwa saya tidak tahu," kata Syahrul.

Kenapa tidak tahu? "Di Tarim tidak ada perdebatan soal apakah habib itu keturunan Nabi atau bukan," katanya.

Di Tarim memang banyak ulama dipanggil habib. Masyarakat percaya Habib itu keturunan Nabi. Tapi bahwa ulama itu dipanggil habib bukan hanya karena keturunan Nabi. Ia dipanggil habib karena keilmuan yang tinggi dan perannya yang besar di masyarakat sekitar.

Saya pun bertanya kepada sahabat Disway di Tarim, yang asli orang Tarim:

"Apakah di sini ada keturunan Nabi yang tidak dipanggil habib?"

"Banyak. Biar pun keturunan Nabi tapi kalau ilmunya tidak tinggi tidak akan dipanggil habib," jawab teman Tarim saya itu.

"Anda sendiri keturunan Nabi?" "Bukan. Saya keturunan sahabat Nabi," jawabnya.

"Dari mana seseorang tahu keturunan Nabi atau bukan?"

"Dari silsilah. Di masyarakat Arab ini silsilah itu diceritakan dari kakek ke ayah, ke anak, ke cucu. Ada catatannya. Ada disiplin ilmu nasab di sini," katanya.

Misalnya ada pedagang besar yang keturunan Nabi di Hadramaut. Namanya sangat terkenal. Tapi tidak dipanggil habib karena dianggap bukan ulama tinggi. Mereka dipanggil sayyid. Pokoknya yang tidak memenuhi tiga unsur tadi tidak dipanggil habib: ilmu yang tinggi, punya silsilah dan punya peran besar dalam membantu masyarakat sekitar.

"Di Tarim tidak ada orang yang minta dipanggil habib. Orang-lah yang memanggil beliau habib. Yakni setelah dilihat memiliki tiga syarat tadi", katanya.

Di Indonesia memang salah kaprah. Pokok wajahnya seperti Arab dipanggil habib. Bahkan saya sendiri memanggil mantan pemain sepak bola berdarah Arab dengan panggilan habib. Dan yang saya panggil habib juga menoleh.

Asal mula ada panggilan habib, katanya, justru dari peran sosial ulama itu sendiri yang sangat besar. Peran sosial itulah yang membuat ulama tersebut dicintai masyarakat. Lalu masyarakat memanggilnya habib --artinya: yang kami sayangi.

Yang jelas di struktur masyarakat Tarim ada empat level: yang tertinggi habib. Level kedua sayyid. Level ketiga dosen, guru, pedagang besar. Level empat orang biasa.

Semua level itu menjalankan syariat Islam yang ketat. Di Tarim rumah tangga adalah pondok. Masjid adalah pondok. Sekolah adalah pondok. Pondok sendiri apalagi.

Saya sengaja tidak menelusuri lebih dalam soal perhabiban ini. Saya pilih ke tempat pembuatan "bata" dari tanah. Agak di pinggir kota Tarim. Ziarah bata.


Para pekerja pembuat batu bata di Tarim, Yaman.--

Prosesnya hampir sama dengan di masa kecil saya. Tanah diaduk dengan air. Dijadikan setengah lempung. Bedanya, di Tarim, diberi bahan tambahan: cacahan batang gandum. Diaduk jadi satu.

Cetakan batanya juga mirip: pakai kayu. Di masa kecil saya satu cetakan berisi empat bata. Di Tarim satu cetakan dua bata. Bata di Jawa ukurannya kecil: sekitar 10 x 20 cm. Di Tarim ukurannya: 25 x 50 cm. Lebar-lebar. Hanya saja tipis. Separo ketebalan bata di Jawa.


Pembuatan batu bata di Tarim, Yaman.--

Bedanya lagi: di Jawa bata itu dibakar selama dua harmal. Sampai warnanya merah. Keras.

Di Tarim, hanya dijemur sampai kering. Cara menjemurnya agak mirip. Awalnya bata basah dicetak di permukaan tanah. Setelah agak kering diungkit. Lalu dimiringkan. Sampai kering. Selesai. Langsung dipakai.


Proses pengeringan bata tanah yang dikeringkan.--

Maka tembok bangunan di Tarim tebal-tebal. Tebalnya selebar bata tanah itu. Setelah jadi rumah musuhnya hanya satu: banjir. Langsung roboh.

Kalau hujan saja tidak apa-apa. Di sana jarang sekali hujan. Sekali hujan hanya sedikit menggerus tembok tanah itu.

Maka jangan membangun di aliran banjir. Daerah banjir juga sudah ditandai: jangan membangun di situ.Tentu kian tahun tembok itu kian tergerus. Untuk itu lima tahun sekali harus ditambal. Dirawat. Lalu dicat putih. Cat ala Tarim bukan cat kimia. ”Cat” putih itu terbuat dari batu yang dihancurkan.

Saya juga mendatangi ”pabrik” cat putih itu. Tumpukan batu dibakar selama 70 jam. Membakarnya pakai pelepah kurma kering. Setelah dipanaskan itu batu dihancurkan jadi tepung. Dimasukkan bejana besar. Lalu dicampur air. Diaduk terus menerus dengan alat aduk yang digerakkan listrik. Seperti mengaduk tepung untuk roti. Diaduk terus sampai 12 jam. Jadilah ”cat putih”.

Waini sudah ada pabrik semen di Hadramaut. Lima jam dari Tarim. Maka di daerah-daerah banjir pun kini berdiri rumah. Hanya bahannya dari semen.

Rasanya, kelak, gelombang semenisasi akan menggantikan yang serbatanah itu. Modernisasi akan sampai juga ke Tarim. Pada saatnya.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 15 Februari 2026: Sebenar KDRT

Liáng - βιολί ζήτα

Di tengah musik yang bebas dan sederhana yang menggambarkan lanskap pegunungan dan lembah, suara 刘珂矣 (Liú kē yǐ) yang lembut dan murni, seperti awan yang lembut, beresonansi dengan lembut, sebuah lukisanlanskap yang indah dan mengalir. "Perapiannya hangat, asap teh mengepul dalam ribuan kepulan, aroma seratusrempah-rempah bahkan melampaui keranjang bambu untuk menampi rempah-rempah.....". Lagu ini denganlembut mengisahkan keindahan pegunungan, seperti halnya perjalanan hidup. Apa yang kita temui tidak selalukesulitan dan bahaya, mungkin juga momen-momen indah dan pertemuan yang tak terduga. Tetapi semua ituakan berlalu. Apa yang benar-benar layak mendapat perhatian dan rasa syukur kita mungkin hanyalah puncakgunung yang jauh, di atas awan, di mana selubung awan dengan lembut menyelinap, diam-diam menatap orang yang kita percayai..... 刘珂矣 (Liú kē yǐ) Mainland singer : https://youtu.be/7DA_w2YQADo 洋澜一 (Yáng lányī) Taiwanese singer : https://youtu.be/OpN4RBNSF3A [3/4]

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DISMORNING - 15 FEBRUARI 2026: DARI TOL RAKSASA MESIR KE ALEXANDRIA.. Pagi ini ada Sasa sebagai host. Narasumbernya Dahlan Iskan. Ada redaksi, pak Suko. Dan netizen, diwakili pertanyaan. Pembukaannya sederhana, hangat, dan akrab. “Assalamualaikum… Selamat pagi, Abah.” Sapaan yang terasaseperti ruang tamu, bukan studio. Topik utamanya jalan tol raksasa Kairo–Alexandria. Delapan lajur satu arah. Lima untuk mobil pribadi. Tiga untuk truk dan bus. Yang bikin kaget bukan lebarnya. Tarifnya. Sekitar Rp3.500 untuk 220 km. Murah sampai sulit dipercaya. Pendapat narasumber tenang tapi tajam. Jalan tol jangan dilihatdari tol saja. Lihat dampaknya. Macet berkurang. Arus barang lancar. Harga tanah naik. Biaya jalan non-tolturun. Negara menghitung makro, bukan sekadar balik modal mikro. Infrastruktur sebagai penggerak ekonomi, bukan sekadar proyek. Penutupnya ringan, manusiawi. Janji mencari jawaban lebih dalam. “Saya masihterkaget-kaget.” Lalu salam dan pamit. Komunikasinya sederhana. Tapi isinya jauh. Seperti tol itu sendiri. Panjang. Lapang. Dan membuat banyak orang ingin lewat.

Liáng - βιολί ζήτα

Lagu ini mengungkapkan kerinduan akan sahabat sejati, dan merenungkan kelangkaan sahabat sejati dalamperjalanan hidup. "Angin sepoi-sepoi, segumpal awan, wajah Matahari ungu, semangat seekor bangau....." demikianlah 翁卷 (Wēng juǎn) penyair Dinasti Song menggambarkan "Sang Abadi". Sementara itu "Gubuk di Punggungan 万松 (Wàn sōng), setengah ruangan untuk seorang Biksu Tua, setengah ruangan lagi untukawan....." adalah monolog Biksu Dinasti Song Utara : 显万 Xiǎn wàn, di pertapaannya. Baik itu Sang Abadi yang santai atau Biksu Tua yang menikmati dirinya sendiri, keduanya nampaknya memiliki pemahaman uniktentang "segumpal awan" di puncak gunung. Memang, perjalanan hidup seperti mendaki gunung. Jika Anda benar-benar telah melewati kesulitan dan mendaki jalan yang terjal, di hadapan..... rasa damai dan keterbukaanpikiran yang langka itu, nampaknya hanya awan yang halus dan tak berwujud inilah yang benar-benar dapatmemikat hati Anda. Dan..... pada saat ini, mungkin satu-satunya hal yang layak dihargai dan dirindukan adalahSahabat Sejati yang mulai agak langka dan agak sulit ditemukan. [2/4]

Liáng - βιολί ζήτα

selingan 一袖云 (yī xiù yún) - Selubung Awan. 一袖云 (yī xiù yún), sebuah lagu yang terbilang masih baru, lagu tahun 2014. Namun, lagu zaman sekarang yang satu ini "memotret" zaman dahulu, bernuansa sangat tradisional dan sarat akan makna..... Terinspirasi oleh Zen, juga oleh puisi-puisi zaman Dinasti Song dan Dinasti Song Utara. Saat musim gugur semakin dalam dan embun beku tiba, 刘珂矣 (Liú kē yǐ) seorang penyanyi-penulis lagu gaya tradisional Tiongkok, mempersembahkan karyanya yang menghangatkan hati : 一袖云 (yī xiùyún). Musiknya merupakan kolaborasi dengan pasangan kerjasamanya yang telah lama terjalin : 百慕三石 (bǎimù sānshí). Sementara liriknya ditulis bersama dengan 不退居士 (bù tuì jūshì) akademisi dengan pengetahuanluas tentang puisi dan teks klasik, menghasilkan karya yang penuh dengan ketenangan dan ketulusan ala Zen. Lagu 一袖云 (yī xiù yún) dirilis pada tanggal 31 Oktober 2014, berada di dalam album pribadi 刘珂矣 (Liú kēyǐ) yang diberi judul 半壶纱 (bàn hú shā). [1/4]

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Kepada Pak Prie dan Pak Mul... Mbak Ivo saja kuat mancal 1.500 km, mosok sampean gak kuat?

Prieyanto

Cak @Hasyim Ayas pernah kok sekitar 1.650 Km, cuma ditempuh 30 jam aja, baru akhir tahun kemarin. Mancal dari Poris Tangerang ke Denpasar sekitar 20 jam, mampir di rumah kenalan sekitar 1 jam, lanjut mancallagi balik ke barat Denpasar - Malang.

DeniK

Pesepeda ultra . Yang paling terkenal Bentang Jawa . Yang juara nya selalu orang Bule daya tahan fisik merekaluar biasa . Ajian Ora Turu mas bembenk blm bisa mengalahkan nya. Muhamad Qorie si anak hilang , hanyamampu Juara dua di tahun kemarin .

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DEFINISI KERJA KERAS: BAGI ORTU DAN BAGI ORMUD.. Orang tua melihat kerja keras dari keringatyang jatuh ke tanah. Anak muda melihatnya dari ide yang jalan ke pasar. Yang satu pegang cangkul. Yang lain pegang desain. Dua-duanya capek. Bedanya, yang satu pulang bau lumpur, yang lain pulang bawa prototipe. Dan cuan. Marah itu wajar. Sepedaan terus, kapan kerjanya? Ternyata kerjanya ya di sepeda itu. Hobi jadipabrik. Kayuh jadi konsep. Tanjakan jadi riset pasar. Ini bukan malas. Ini kerja keras versi tanpa seragam. Menariknya, pabriknya bisa di mana saja. Taiwan, Shenzhen, Dongguan. Tapi yang menentukan bentuknyatetap dari kepala yang suka berkeringat. Global di produksi, lokal di hati. Mungkin definisi kerja keras memangpindah alamat. Dulu: otot dulu, hasil kemudian. Kini: ide dulu, otot menyusul. Orang tua menjaga nilai. Orang muda mengubah cara. Kalau keduanya bertemu di garis finis, namanya bukan beda generasi. Namanya evolusi. Dan satu pelajaran sederhana: jangan buru-buru menilai orang yang tampak hanya mengayuh. Bisa jadi iasedang mengayuh dan menggerakkan industri.

Denny Herbert

Abah pagi ini menyinggung soal tol di Mesir yang rapi, panjang, dan sangat murah — bahkan terasa“merakyat”. Infrastruktur jalan yang murah atau gratis seperti freeway di Amerika Serikat memajukan bangsakarena menurunkan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, dan membuka akses ekonomi ke daerah-daerah. Mobilitas manusia dan barang jadi lancar, produktivitas naik, UMKM tumbuh, industri berkembang. Waktu tidak habis di jalan, energi bangsa tidak terkuras di kemacetan. Saat jalan menyatu, ekonomi menyatu — dan peradaban pun ikut maju.

Liáng - βιολί ζήτα

一袖云 (yī xiù yún) 谁家炉火热茶烟起千朵 (shéi jiā lú huǒrè chá yān qǐ qiān duǒ) 百草香不过采药的竹簸(bǎicǎo xiāng bùguò cǎi yào de zhú bǒ) 箫翁吹松珀山阶往如梭 (xiāo wēng chuī sōng pò shān jiē wǎng rú suō) 水从寺门过踏起层层波 (shuǐ cóng sì ménguò tà qǐ céng céng bō) 唔唔呃…… (wú wú è……) 在山顶揣一袖云送给彼岸边的你 (zài shāndǐng chuāi yī xiù yún sòng gěi bǐ'àn biān de nǐ) 迟迟你不来风起吹走山雨 (chíchí nǐ bù lái fēng qǐ chuī zǒu shān yǔ) 在山顶揣一袖云送给路上的自己 (zài shāndǐng chuāi yī xiù yún sònggěi lùshàng de zìjǐ) 山外山上云外云谁在那里遥望知己 (shān wài shānshàng yún wài yún shéi zài nàlǐyáowàng zhījǐ) 谁家炉火热茶烟起千朵 (shéi jiā lú huǒrè chá yān qǐ qiān duǒ) 百草香不过采药的竹簸 (bǎicǎoxiāng bùguò cǎi yào de zhú bǒ) 远山又着墨树影空交错 (yuǎn shān yòu zhuómò shù yǐng kōng jiāocuò) 云从掌畔过送与谁人拓 (yún cóng zhǎng pànguò sòng yǔ shéi rén tà) 在山顶揣一袖云送给彼岸边的你 (zàishāndǐng chuāi yī xiù yún sòng gěi bǐ'àn biān de nǐ) 迟迟你不来风起吹走山雨 (chí chí nǐ bù lái fēng qǐ chuīzǒu shān yǔ) 在山顶揣一袖云送给路上的自己 (zài shāndǐng chuāi yī xiù yún sòng gěi lùshàng de zìjǐ) 山外山上云外云谁在那里遥望知己 (shān wài shānshàng yún wài yún shéi zài nàlǐ yáowàng zhījǐ) 唔唔呃…… (wúwú è……) [4/4].

Ima Lawaru

Masih soal adab. Saya teringat dulu. Nonton master cheff Indonesia, karena ini memang acara favorit saya. Ada satu adegan dimana seorang peserta memperkenalkan diri ke para juri sambil berdiri. Kemudian dia izinmembagikan kartu namanya ke para juri di depan yang sedang duduk. Setelah diizinkan, majulah si peserta inidengan senyum dan agak malu-malu. Kartu nama sebesar KTP/ATM itu dia berikan ke juri dengan keduatangannya dan badan agak sedikit dibungkukkan. Bagaimana cara 3 juri ini menerima kartu tersebut? Juri A menerimanya dengan satu tangan. Ekspresi biasa. Juri J, juga menerimanya dengan satu tangan. Eksepresi wajahbiasa. Tapi Juri R, yang wajahnya manis itu, walaupun tanpa dandanan yang mencolok tapi dia tetap manis dan cantik 5 i, menerimanya dengan kedua tangannya dengan ekspressi welcome. Bayangkan....kartu nama sekecilitu, diberikan dengan kedua tangan. Lalu diterima oleh juri R juga dengan kedua tangannya. Dalam hati, sayabilang...itulah adab, yang sedang diperlihatkan oleh juri R. Bukan adab yang dibuat-buat, yang bukan sengajadipoles untuk pencitraan.

Udin Salemo

Pak Agus dibawah cerita tentang toll murah di Mesir. Di konon haha, toll pertama di Indonesia yang umurpemakaian nya lebih tua dari bli LP, tarifnya naik terus. Dibangun jaman Majapahit (istilah "wakhaji" JZ), sampai zaman generasi Z masih tetap bayar. Nun di negara jiran banyak ruas jalan toll yang digratiskanselamanya karena sudah balik modal dan cuan koper2 utk investor nya. Di kononhaha tarif toll naik otomatissecara berkala. Yang bikin undang2nya mungkin cuan karung2 ketika ketok palu di gedung parlemen. Amsiongtenan punya wakil rakyat mental dan attitude korup.

Ahmed Nurjubaedi

Lha iya, mas Aza itu memang aza-aza saza. Wong mendirikan sekolah kok ndak jelas. Letak bangunan fisiknya tidak jelas. Juga namanya aneh. AASF. Azrul Ananda School of Suffering. Dan sang pendiri sekaligus kepala sekolahnya, memang parah. Hobinya menyiksa diri dan murid-muridnya. Dengan melakukan kegiatan yang membuat fisik dan mental menderita. Tujuannya? Supaya fisik dan mental jadi strongggg.... Yang aneh, kok yaada yang mau jadi muridnya. Meskipun saya ragu, jangan-jangan muridnya ndak banyak. Sudah lulus semua. Atau ndak pernah lulus. Atau sekarang, hanya Ivo saja muridnya.... Tapi kok ya, DBL jadi keren bangetditangannya... Siswa-siswi SMA se-Indonesia jadi sportsman. Jadi supplier utama timnas basket putra dan putriyang jadi juara SEA games.... Bromo Kom jadi ajang yang sangat bergengsi.... Punya bisnis wdnsdy... Apakah karena mas Aza ketularan abahnya? Wong umur sudah sweet, alias sweetdak ke atas lho, kok cari menderita... Nglayap ke mana-mana... Sampai ke negeri yang sedang dilanda perang: Yaman. Kacang memang tidak ninggallanjaran... Eh, jangan-jangan, itulah kunci sukses. Bukan hanya berani menderita. Cari dan hadapilahpenderitaan....

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Sekarang saya selalu merasa "insecure" kalau berkomentar di CHDI karena diawasi oleh Pak Mul. Dia selalusentimen dan mencari typo dalam tulisan saya. Tspi aksn ssya buktiksn bajwa tuliaan says tidak ada typo. Tidskads! Huh!

MZ ARIFIN UMAR ZAIN

BARANGKALI SAYA JUGA LAKUKAN KDRT. Saat isteri enggan lakukan senam, saya biarkan saja. Saat isteri sakit2an, baru saya katai agak keras. Saya bisa ngomong saat isteri sudah sakit. Saat sehat, tak hiraukansenam. Saat sakit harus janji mau senam bila sudah sehat. Isteri pernah dioperasi tumor, diangkat rochiim nya, setelah beranak 3. Semoga kita semua sehat2 selalu, berbarokah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 107

  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Pryadi
    Pryadi
    • Pryadi
      Pryadi
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
  • yea aina
    yea aina
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • yea aina
      yea aina
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Hendro Purba
    Hendro Purba
  • Eksan Susanto
    Eksan Susanto
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
  • HANVINCY ADNOV
    HANVINCY ADNOV
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
  • ahmad Tajudin umar
    ahmad Tajudin umar
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • mario handoko
      mario handoko
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • yea aina
      yea aina
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Mujiburohman Abas
    Mujiburohman Abas
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
  • heru santoso
    heru santoso
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Sadewa 19
      Sadewa 19
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Waris Muljono
    Waris Muljono
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
  • Eko Darwiyanto
    Eko Darwiyanto
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Sugi
    Sugi
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • alasroban
    alasroban
  • DeniK
    DeniK
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Wong Temen
    Wong Temen
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Joko Wito
    Joko Wito
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN