BACA JUGA:Tiket Kereta Lebih Murah di Hari Kemerdekaan, Cek Promo 17 Agustus 2025 dari KAI
“Lucky pernah bilang kalau dia mengalami penganiayaan, ‘mama saya dicambuk’, ungkap Sepriana.
"Dia bilang senior, dia sebut namanya satu Bamat, satu Dansintelnya, dia bilang begitu”.
"Mama saya dipukul, sama Bamat, Dansintel dan senior-senior yang lain,” terangnya.
Karena tidak terima dengan apa yang dialami oleh putranyam Sepriana menyampaikan jika pihaknya akan menuntut keadilan atas meninggalnya anaknya.
Sepriana sebenarnya rela jika Lucky meninggal dunia dan gugur di medan perang, namun karena meninggalnya karena dianiaya oleh seniornya, menurutnya Lucky mati sia-sia.
“Mati di medan perang saya terima karena bela bangsa, ini mati sia-sia di tangan seniornya. Proses mereka, pecat, bila perlu hukuman mati,” pinta Sepriana.
Sepriana juga menyampaikan jika pelaku penganiayaan Prada Lucky ada 20 orang dan bukan hanya 4 orang.
“Semuanya diproses, saya mama kandung, saya melahirkan dia,” tegas Sepriana.
“Kalau kamu tidak proses, lebih baik kamu bunuh saya, ikut anak saya langsung, saya sakit hati, hancur hati saya,” ungkapnya.
Amarah Ayah Prada Lucky yang Juga Anggota TNI
Mendapati anaknya yang tewas kerena penganiayaan, amarah ayag Prada Lucky yang juga anggota TNI tak tertahankan.
Lucky sendiri akhirnya berhasil diterima menjadi anggota TNI setelah menjalani tes masuk selama 8 kali.