Ia menyampaikan bahwa penerapan aturan untuk melindungi anak dari sejumlah marabahaya di ruang digital bis dimulai oleh keluarga.
"Karena bagaimana pun implementasi sebuah peraturan, jika keluarga tidak melakukannya dengan baik, jika orang tua tidak memiliki pengetahuan yang baik, terkait dengan apapun itu gamenya, apapun itu aplikasinya, ini menjadi sangat penting," urainya.
Terakhir, Isyana menambahkan, agar orang tua terus belajar dengan perkembangan zaman. Khususnya teknologi digital, termasuk aplikasi dan gim yang dimainkan oleh anak-anak mereka. Supaya hal-hal yang tidak diinginkan bisa segera mungkin diantisipasi.
"Karena apa? Kadang-kadang anak-anak itu lebih belajar dengan jauh lebih cepat dibanding orang tuanya. Nah orang tua harus bisa catch up," tukasnya.
BACA JUGA:Hasto Gugat Pasal Rintangi Kasus Korupsi ke MK, Ini Kata KPK
BACA JUGA:LMKN Klaim 29 Ribu Outlet Patuh Bayar Royalti Musik
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, meminta para murid untuk tidak bermain Roblox. Sebab, permainan tersebut menampilkan banyak adegan kekerasan.
"Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek-jelek, jangan nonton yang tidak berguna ya," kata Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025.
"Nah yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu ya karena itu tidak baik ya," sambungnya menutup.