BACA JUGA:Gim Roblox Disorot Pemerintah, Wamendukbangga Serukan Peran Aktif Orang Tua
“Kami ingin kemeriahan HUT ke-80 RI tetap terjaga, sambil memastikan dunia usaha dan industri tetap berjalan,” ucap Yassierli.
Pengamat Soal Cuti Bersama
Di sisi lain, Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menekankan bahwa ditengah-tengah Cuti Bersama ini, hal tersebut menjadi alasan untuk rendahnya produktivitas.
“Kuncinya bukan pada jumlah hari kerja, tapi pada bagaimana kita mengisinya. Justru dengan libur yang cukup, kita bisa menjadi bangsa yang lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih siap bekerja secara efektif,” tutur Achmad.
BACA JUGA:Imbas Temuan PPATK, Kemensos Coret Ratusan Ribu Penerima Bansos
BACA JUGA:PPATK Rampungkan Analisis 122 Juta Rekening Dormant, 90 Persen Sudah Aktif Kembali
Selain itu, Achmad juga menambahkan bahwa produktivitas bukan hanya jargon ekonomi. Ia adalah sarana untuk memperjuangkan keadilan sosial.
“Libur adalah hak rakyat. Produktivitas adalah kewajiban negara. Mari perjuangkan keduanya secara seimbang dan bermartabat,” tutup Achmad.