Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, dengan tarif parkir tinggi, orang akan berpikir untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
BACA JUGA:Menteri Luar Negeri Nepal Dipukuli Pengunjuk Rasa, Rumah Arzu Deuba Dihancurkan
BACA JUGA:Mayat Sekeluarga di Indramayu Sempat Ditinggal Seharian Sebelum Dikubur di Belakang Rumah
Pasalnya orang akan membandingkan besaran biaya parkir yang dikeluarkan dengan ongkos naik transportasi umum.
"Harapannya tentu dengan kenaikan tarif ini, ini juga menjadi salah satu faktor pendorong masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadinya dan mau menggunakan transportasi publik," kata Syafrin di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu, 25 Juni 2025.
Syafrin menilai, saat ini tarif parkir di Jakarta bisa dibilang masih sangat murah, tidak jauh berbeda dengan ongkos naik transportasi umum.
Sehingga orang lebih memilih naik kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat ketimbang naik transportasi umum.
"Saat ini karena tarif parkir kita masih sangat rendah oleh sebab itu masih sangat seimbang apabila dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan apabila menggunakan transportasi publik," katanya.