Selain itu, Teddy Cahyono saat ini sudah tidak terlibat aktif di Persip dan Iague sebagai komisaris.
Tentu menarik menanti siapa yang nantinya akan menduduki kursi induk sepak bola negeri ini.
Satu hal yang pasti, siapapun yang diberi amanah wajib mengemban tugasnya dengan baik dan sejalan dengan visi timnas Indonesia yang bertekad tampil di Piala Dunia.
Monolak Lupa Janji Erick Thohir Sebagai Ketum PSSI
Kabar mundurnya Erick Thohir sebagai ketum PLSI menyisakan janji yang telah ia umbar.
Banyak yang sudah terlaksana, namun tak sedikit pula yang hanya sekedar motivasi di awal jabatan saja.
Sebagaimana diketahui, Erick Thohir resmi menjadi ketum PLSI pada tahun 2023.
Kala itu, pria berusia 55 tahun tersebut menang dalam pemilihan sebagai ketum PSSI dalam KLB PSSI dengan raihan 64 suara, unggul 42 suara atas saingan terdekat yakni Lanyalla Mahmud Mattalitti.
Erick Thohir lalu berhak menjabat ketum PSSI dari periode 2023 sampai 2027.
Mantan Presiden Inter Milan tersebut lantas mengubar janjinya sebagai pemegang kursi tertinggi di persepakbolaan Tanah Air seperti menjadikan sepak bola Indonesia yang bersih dan berprestasi, memperbaiki kepemimpinan wasit dan memperhatikan kesejahteraan wasit, memperbaiki hubungan antar suporter dan Liga 1, Liga 2, serta Liga 3.
Selain itu, pembinaan yang berjenjang perbaikan sepak bola Indonesia dari bawah ke atas, fasilitas latihan untuk Timnas Indonesia, dan membuat program sepak bola Indonesia yang jelas.
Dari delapan program tersebut, beberapa di antaranya bisa dikatakan memiliki progres yang positif.
Seperti contohnya yakni soal prestasi Timnas Indonesia yang saat ini telah menginjakkan kaki di round 4 kualifikasi Piala Dunia 206.
Bahkan perbaikan wasit hingga kompetisi Tanah Air sudah terlaksana.