Israel Mulai Aktifkan Senjata Laser, Ini Kekuatan Iron Beam vs Iron Dome

Jumat 19-09-2025,10:32 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Kelemahan Stok Terbatas saat cuaca buruk atau berkabut

Status Baru lulus uji coba tempur, siap diterapkan

BACA JUGA:Jumlah Korban Tewas Akibat Genosida Israel di Gaza Capai 65.000 Jiwa, 165 Ribu Korban Luka-Luka

Iron Dome telah menyelamatkan ribuan nyawa sejak debutnya pada 2011, dengan efektivitas tinggi dalam menghadang serangan roket dari Gaza dan wilayah lainnya. Namun, biaya operasionalnya sangat tinggi.

Setiap intersepsi membutuhkan rudal yang mahal, dengan estimasi biaya mencapai puluhan ribu dolar per ancaman.

Sebaliknya, Iron Beam hanya memerlukan energi listrik sekitar $2 untuk satu kali tembakan, membuatnya sangat ekonomis dalam perang jangka panjang. Seperti yang dikatakan mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett:

“Saat kami melihat proyektil, kami langsung menghantamnya. Tanpa jeda waktu.”

BACA JUGA:142 Negara Dukung Palestina Merdeka, Layak Berdampingan dengan Israel

Iron Beam tidak dimaksudkan untuk menggantikan Iron Dome, tetapi untuk melengkapi sistem pertahanan berlapis Israel.

Iron Beam akan menangani ancaman-ancaman jarak pendek dan volume tinggi seperti drone dan roket kecil, mengurangi beban pada Iron Dome dan sistem lainnya seperti David’s Sling serta Arrow.

Dengan begitu, rudal kinetik hanya digunakan untuk ancaman yang lebih besar atau kompleks, sedangkan laser mengambil alih serangan-serangan cepat dan masif yang lebih murah ditangani dengan energi.

Iron Beam dikembangkan bersama oleh Kementerian Pertahanan Israel (DDR&D), Angkatan Udara Israel, Rafael, dan Elbit Systems. Dalam beberapa pekan uji coba di Israel selatan, sistem ini berhasil menghancurkan berbagai ancaman udara secara presisi tinggi menggunakan teknologi adaptive optics, yang menjaga kestabilan target meskipun pada jarak jauh.

 

Kategori :