Di Sidang PBB, Prabowo Targetkan Indonesia Bisa Capai Nol Emisi Karbon Sebelum 2060

Rabu 24-09-2025,10:46 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Marieska Harya Virdhani

Untuk mencapainya, perlu dilakukan transisi dari sistem energi saat ini ke sistem energi bersih, menciptakan keseimbangan antara aktivitas manusia dan alam.

Dalam konteks ini, jejak karbon menjadi fokus utama.

Jejak karbon adalah jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dalam kurun waktu tertentu.

Reduksi jejak karbon menjadi kunci untuk menghindari dampak negatif seperti kekeringan, berkurangnya sumber air bersih, cuaca ekstrem, perubahan rantai makanan, dan kerusakan alam lainnya.

BACA JUGA:Prabowo Sebut Indonesia Catat Produksi Pangan Tertinggi di Sidang Umum PBB, Ekspor Beras Sampai ke Palestina

Dikutip dari laman resmi Aprobi, program NZE menjadi terkenal setelah Paris Climate Agreement 2015, bertujuan menekan pencemaran lingkungan yang berpotensi menyebabkan pemanasan global. Energi menjadi fokus utama dalam mencapai NZE, dan berbagai negara, termasuk Indonesia, telah mengeluarkan regulasi baru terkait penyediaan energi listrik sesuai dengan prinsip NZE.

Pemerintah Indonesia menerapkan lima prinsip utama untuk mengurangi jejak karbon dan mencapai NZE. Pertama, peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Kedua, pengurangan energi fosil. Ketiga, penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi. Keempat, peningkatan pemanfaatan listrik di rumah tangga dan industri. Kelima, pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS).

Dengan mengurangi jejak karbon dan berkomitmen pada kelima prinsip tersebut, Indonesia berharap dapat mencapai kondisi Net Zero Emissions pada tahun 2060. Tentunya, ini menjadi salah satu kontributor utama dalam upaya global menjaga keseimbangan iklim bumi.

Kategori :