Rp 200 Triliun Mengubah Ekonomi

Jumat 26-09-2025,07:05 WIB
Reporter : Tim Lipsus
Editor : Dimas Chandra Permana

"Dengan dana yang cukup besar, pemerintah berharap bisa mendorong pembiayaan sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung pada perekonomian rakyat," kata Rizal kepada Disway pada Selasa, 23 September 2025 di Jakarta.

Namun, untuk mencapai dampak positif yang signifikan, penyaluran dana tersebut harus benar-benar tepat sasaran.

Rizal menjelaskan jika dana ini mengalir ke sektor-sektor strategis seperti UMKM dan pertanian, efek gandanya akan sangat terasa. Mulai dari meningkatkan daya beli masyarakat hingga lapangan kerja baru.

Sebaliknya, jika dana hanya digunakan untuk memperbesar likuiditas jangka pendek bank atau terserap debitur besar, maka manfaatnya bagi perekonomian rakyat akan terbatas.

Meskipun langkah ini memiliki potensi untuk mempercepat pemulihan ekonomi, Rizal menyoroti adanya kekhawatiran terkait tata kelola dan transparansi penggunaan dana negara ini.

"Penempatan kas negara harus mengikuti prosedur regulasi yang ketat. Tanpa aturan yang jelas, dana tersebut bisa saja menjadi ‘parkir’ sementara, tanpa kontribusi nyata terhadap perekonomian," tegas Rizal.

Dia menegaskan pengawasan yang ketat terhadap penyaluran dana di Bank Himbara sangat penting. Tujuannya agar tidak hanya menjadi "subsidi likuiditas" bagi bank.

"Dana sebesar ini harus digunakan untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih murah dan lebih luas. Terutama bagi UMKM dan sektor-sektor lain yang menopang perekonomian nasional," tukasnya.

Pengawasan tersebut harus mencakup pemantauan terhadap efektivitas dan alur distribusi dana.

Tanpa pengawasan yang baik, dana tersebut bisa terjebak dalam siklus perbankan yang tidak berkontribusi langsung pada sektor riil.

Selai itu, Rizal juga mengingatkan keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada mekanisme penyaluran dana yang tepat.

"Dana Rp200 Triliun ini harus memastikan pembiayaan yang tepat sasaran kepada sektor-sektor produktif," jelasnya.

Misalnya, di sektor pertanian yang seringkali kesulitan dalam mendapatkan akses ke perbankan, dana ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Begitu pula dengan sektor pariwisata yang sedang lesu akibat dampak pandemi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, alokasi dana ini juga bisa menjadi langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan Indonesia.

Namun, Rizal menekankan pemerintah harus memastikan agar dana tersebut tidak hanya memperbesar likuiditas bank. 

Tetapi benar-benar berputar di sektor-sektor yang mendukung daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan kerja.

Kategori :