60 Juta Warga Belum Terkoneksi Internet! Meutya Hafid dan Kemendes Siapkan Gerakan Digitalisasi Desa

Kamis 23-10-2025,12:11 WIB
Reporter : Ayu Novita
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID — Pemerintah tengah ngebut menutup kesenjangan digital di Tanah Air. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan masih ada sekitar 60 juta warga Indonesia yang belum terkoneksi internet, terutama di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal.

“Sekitar 60 juta jiwa belum terkoneksi internet. Kita perlu melakukan percepatan karena akses terhadap informasi adalah hak asasi manusia sesuai amanat UUD 1945,” ujar Meutya dalam keterangannya, Kamis (23/10/2025).

Langkah konkret itu diwujudkan melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT).

BACA JUGA:80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Maret 2026

BACA JUGA:Dipicu Purbaya! KDM Mendadak Kumpulkan Pejabat, Datangi Kemendagri hingga BI untuk Cek Dana Rp4,1 Triliun

Kolaborasi lintas kementerian ini disebut sebagai titik balik percepatan konektivitas digital nasional.

Melalui kerja sama tersebut, Kemkomdigi dan Kemendes PDT akan mencocokkan data desa yang belum terkoneksi internet untuk menentukan prioritas pembangunan jaringan pada 2026.

“Dengan MoU ini, kita bisa petakan lebih akurat mana saja desa yang benar-benar membutuhkan infrastruktur konektivitas lebih dulu,” jelas Meutya.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, mulai dari pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dan titik akses di Papua, pelelangan frekuensi baru, hingga kerja sama dengan operator seluler untuk memperluas jaringan di seluruh pelosok Indonesia.

Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menegaskan pentingnya akses internet dalam mendorong kemajuan ekonomi desa.

BACA JUGA:Kemenperin Dorong Produksi Mobil Nasional Masuk Daftar PSN

BACA JUGA:Dukung Energi Terbarukan, 5 Startup Terpilih di GVV Batch 8 Usung Ekonomi Digital Berkelanjutan

“Salah satu yang sangat menentukan maju atau tidaknya suatu desa itu adalah masalah internet dan sinyal,” ujarnya.

Menurut Yandri, konektivitas digital membuka peluang baru bagi desa untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, seperti UMKM, pariwisata desa, hingga sistem layanan publik berbasis daring.

“Kalau desa punya sinyal, maka potensi desa bisa terkoneksi dengan dunia luar. Transformasi digital harus bisa dirasakan hingga ke pelosok,” tutup Meutya.

Kategori :