Ekonom Global Kagumi Konsistensi Kebijakan Indonesia: Stabilitas dan Pertumbuhan Bisa Koeksis

Selasa 04-11-2025,11:56 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Konsistensi kebijakan ekonomi Indonesia mendapat apresiasi dari kalangan ekonom global.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia mampu menjaga inflasi tetap rendah sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi harga konsumen utama sebesar 2,86% secara tahunan (YoY) dan 2,10% secara tahun kalender (YtD), menandakan stabilitas harga yang terjaga.

Chief Economist Juwai IQI Global, Shan Saeed, menilai capaian tersebut sebagai bukti kedisiplinan kebijakan fiskal dan moneter yang berjalan selaras.

“Moderasi ini yang berada dalam kisaran 2%–3% mencerminkan ketepatan kebijakan moneter Bank Indonesia dan efektivitas pengelolaan fiskal yang terukur,” ujarnya kepada media Senin 3 November.

BACA JUGA:Ekonom Global Apresiasi Kinerja Ekonomi RI: Inflasi Terkendali, Pertumbuhan Terjaga

BACA JUGA:KPK OTT Gubernur Riau Abdul Wahid, Tercatat Punya Utang Rp1,5 Miliar dalam LHKPN

Menurut Saeed, sinergi antara pemerintah dan otoritas moneter menjadi faktor utama yang menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan.

Saeed memproyeksikan ekonomi Indonesia akan terus berada dalam lintasan positif pada 2025 dengan pertumbuhan di kisaran 5,0% hingga 5,8%.

“Koeksistensi antara inflasi rendah dan pertumbuhan yang kuat menjadi cawan suci dalam manajemen makroekonomi, melindungi daya beli masyarakat sekaligus mendorong pembentukan modal produktif,” ungkapnya.

Ia menilai kemampuan Indonesia menjaga stabilitas tanpa menekan ekspansi ekonomi adalah keunggulan strategis yang langka di antara negara berkembang.

BACA JUGA:Raisa dan Hamish Daud Absen di Sidang Cerai, Mediasi Ditunda di Tanggal Ini

BACA JUGA:Fadly Alberto Dipuji FIFA , Striker Papua-Jawa Timur Andalan Timnas U-17 Bakal Bersinar di Piala Dunia U-17 2025

Konsistensi tersebut juga terlihat dari stabilitas nilai tukar rupiah dan meningkatnya kepercayaan investor global. Saeed menyebut narasi pasar saham Indonesia tetap konstruktif, sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Narasi pasar saham tetap konstruktif, sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Kategori :