Komdigi Sebut Minimal 1 Kali Seminggu Pengguna Telpon Selular Menerima Scam

Jumat 14-11-2025,19:28 WIB
Reporter : Ayu Novita
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sepanjang 2024 lalu pengguna seluler menerima SMS, telepon, atau pesan scam minimun satu minggu sekali.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah pada acara Ngopi Bareng di Kantor Komdigi.

BACA JUGA:Purbaya Kejar 200 Penunggak Pajak Rp 50 Triliun

BACA JUGA:Restorasi Mangrove Indonesia Tuai Pujian Korea, Siap Bangun Kolaborasi Global

"Di 2024 itu mengatakan bahwa 65 persen pengguna seluler itu menerima SMS, telepon, atau pesan scam itu satu minggu sekali minimum," kata Edwin kepada wartawan pada Jumat, 14 November 2025.

Dari 65 persen ini, Edwin menjelaskan bahwa ada masyarakat yang melaporkan kejadian scam ini, tapi masih ada juga yang tidak melaporkan.

Adapun, dari scam tersebut juga telah terjadi kerugian mencapai Rp 7 triliun yang menimbulkan kekawatiran.

"Tapi so far tahun ini aja, yang sudah mereport terjadinya loss dan scam ini sampai Oktober itu 7 triliun. Bayangkan 7 triliun. Ini menimbulkan kekhawatiran ya," tuturnya.

BACA JUGA:Bersiap! Analis Sebut Gejolak Baru Perang Dagang China-AS Bakal Meledak, Damai Cuma Sementara

BACA JUGA:Ultras Garuda Geruduk Kantor PSSI, Tuntut Penjelasan Gagalnya Timnas di Piala Dunia 2026

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada periode November 2024 - Oktober 2025 yang dibacakan Edwin, sebanyak 125.217 korban melapor ke Indonesia Anti-Scam Center.

Sementara, sebanyak 171.791 korban melalui pelaku usaha jasa keuangan dari ke bank yang melapor. Sehingga, ada sebanyak 483.695 rekening dilaporkan dan 93.819 rekening diblokir.

"Banyak sekali. Total kerugian 7 triliun dan 367,5 miliar yang berhasil dikembalikan," paparnya. 

"Jadi kalau duit kita sudah kena scam, probability untuk kembalinya itu berhasil selama ini cuma 5,4 persen," lanjut Edwin.

Kategori :