Bukan Mitos! Dokter Klinik Steros Sebut Kejantanan Pria Ada Kaitannya dengan Hormon Testosteron dan Obesitas

Bukan Mitos! Dokter Klinik Steros Sebut Kejantanan Pria Ada Kaitannya dengan Hormon Testosteron dan Obesitas

Founder Klinik Pratama Steros dr. Ivonne Andriani Santoso, M.Biomed (AAM).--Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Penting untuk kaum adam mengetahui akar masalah kejantanan pria dan pengaruh hormon testosteron.

Pasalnya, ada hubungannya antara kolesterol, diabetes, hingga obesitas dengan hormon testosteron.

Seros Men`s Health & Anti-Aging Clinic secara resmi hadir sebagai pelopor layanan kesehatan dan anti-aging pria dengan mengedepankan pendekatan medis personal dan preventif.

Melalui Grand Opening di klinik perdananya Jalan Darmawangsa XVII No.38B, Steros menegaskan komitmennya membantu pria menemukan solusi terhadap beragam tantangan di masa prime.

BACA JUGA:Selamatkan Pasien Kanker, 5 Juta Vial Obat Disiapkan untuk Kemoterapi dan Terapi Hormon

Kesehatan pria kini tidak lagi dipandang sebagai hal tabu sebatas urusan performa di atas ranjang, tetapi telah menjadi bagian dari komitmen gaya hidup sehat dengan mengedepankan rasa percaya diri pada pengembangan diri, koneksi sosial, dan keberimbangan substansi jiwa dan raga. 

“Steros lahir mengusung nilai baru untuk mengubah cara memandang kesehatan pria bukan hanya mengobati tetapi menjaga kualitas hidup agar dapat mengatasi beragam tantangan di masa prime secara berkelanjutan,” kata Founder Klinik Pratama Steros dr. Ivonne Andriani Santoso, M.Biomed (AAM).

Steros nan berasal dari bahasa Yunani berarti kuat, kokoh, dan teguh, lanjut dr.Ivonne, mencerminkan upaya holistik untuk mengembalikan vitalitas, keseimbangan hormon, dan ketahanan pria sebagai pondasi penting kehidupan lebih sehat, produktif, dan lebih seimbang.

BACA JUGA:Tidak Selalu Olahraga, 6 Kegiatan Ini Juga Produksi Hormon Endorfin yang Bisa Mengurangi Stres

Masih banyak masyarakat belum memahami peran penting hormon bagi kesehatan dan kualitas hidup. 

Penurunan hormon menyumbang peran penting terhadap penyakit kardiovaskular (CVD).

Laporan World Health Organization (WHO) dan Global Burden of Disease (GBD) tercatat sebanyak 19,8 juta orang meninggal akibat CVD pada 2022 atau mewakili sekitar 32% total kematian global. Dari jumlah kematian tersebut, 85% disebabkan serangan jantung dan stroke dipicu penyakit CVD.

CVD, menurut dr.Ivonne, terjadi karena sokongan penurunan homon testosterone nan tidak kebanyakan pria.

BACA JUGA:Daftar Makanan Sehat Meningkatkan Kadar Hormon Testosteron Pria

Apa itu testosteron? 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads