“Tidak semua pemain hebat bisa jadi pelatih hebat. Yang penting konsep dan kemampuannya membangun tim,” tegasnya.
Ditanya soal tipe pelatih yang ideal, Bung Kus menilai pelatih yang sudah mengenal sepak bola Asia akan memiliki keunggulan tersendiri.
Pemahaman taktik lawan-lawan Asia seperti Thailand, Korea Selatan, atau Uzbekistan menjadi modal penting dalam persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia.
Namun ia menekankan bahwa rekam jejak dan konsep kerja tetap menjadi faktor penentu.
Bung Kus juga mengklarifikasi bahwa tiga nama yang ramai dibicarakan di media sosial, Timur Kapadze, Heimir Hallgrímsson, dan Jesús Casas, bukan bagian dari dua kandidat yang dimaksud.
“Kandidat dari Eropa itu bukan tiga nama yang beredar. Tapi dia cukup dikenal di lingkaran sepak bola Eropa,” ungkapnya.
BACA JUGA:3 Negara Top Tantang Timnas Indonesia! Taktik Jitu Timur Kapadze Diuji, Nama Rizky Ridho Disorot
BACA JUGA:Anton Sanjoyo Soroti Rangkap Jabatan Erick Thohir: Sinergi atau Benturan Kepentingan?
PSSI Lebih Hati-Hati Usai Pengalaman Sebelumnya
Menurut Bung Kus, kehati-hatian PSSI dalam memilih pelatih juga dipengaruhi pengalaman kurang sukses ketika mengganti Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert.
Masalah komunikasi, dinamika internal, hingga ketidakefektifan strategi membuat federasi kini lebih teliti dalam menentukan sosok baru.
Ia menambahkan bahwa situasi Indonesia sebenarnya tidak berbeda dengan negara lain.
Tiongkok, misalnya, juga belum memiliki pelatih definitif dan tengah mempertimbangkan pelatih dari kompetisi domestik.