Namun, risiko kambuhnya cedera tetap menjadi pertimbangan besar jika ia dipaksakan bermain.
2. Manuel Ugarte atau Lisandro Martinez: Aman, Tapi Minim Kreativitas
Opsi lain adalah membentuk lini tengah yang lebih defensif dengan memasangkan Manuel Ugarte dan Casemiro, yang akan kembali dari skorsing.
Kombinasi ini menjanjikan kestabilan, tetapi berpotensi mengorbankan kreativitas.
BACA JUGA:Viktor Gyokeres 'Mandul', Rekor Buruk Lini Serang Arsenal Kian Dipertanyakan
BACA JUGA:Dua Gol Bunuh Diri Jadi Penentu, Arsenal Amankan Poin Penting di Emirates
Catatan statistik pun kurang meyakinkan, mengingat United belum meraih kemenangan dalam sembilan laga terakhir saat Ugarte menjadi starter.
Alternatif darurat lainnya adalah menggeser Lisandro Martinez ke lini tengah.
Amorim pernah menyatakan bahwa opsi ini hanya digunakan dalam kondisi mendesak, dan krisis saat ini bisa memaksanya mengambil langkah tersebut.
Martinez tampil cukup solid saat menggantikan Bruno di babak kedua melawan Villa, membawa agresivitas dan distribusi bola yang baik.
Namun, baik Ugarte maupun Martinez tetap bukan tipe gelandang kreatif yang mampu mengatur ritme permainan layaknya Bruno Fernandes.
BACA JUGA:Paul Scholes Kritik Keras Formasi 3-4-3 Ruben Amorim, Bertentangan DNA di Manchester United
BACA JUGA:Wirtz dan Formasi Berlian 4-4-2: Kunci Taktik Baru Liverpool Jelang Hadapi Brighton
3. Mason Mount: Opsi Paling Seimbang
Mason Mount bisa menjadi solusi paling realistis dan seimbang. Gelandang Inggris ini sedang berada dalam tren positif setelah mencetak gol ke gawang Crystal Palace dan Wolves.
Meski Amorim kerap memainkannya sebagai gelandang serang atau bek sayap, kondisi skuad saat ini membuka peluang bagi Mount untuk dimainkan lebih ke dalam, berduet dengan Casemiro.