BACA JUGA:Manchester United: Manuel Ugarte Jadi Korban Perombakan Era Ruben Amorim
Dari tim juara, Liverpool berubah menjadi skuad rapuh yang sulit dikenali.
Meski demikian, menilai Arne Slot semata dari hasil di papan skor terasa tidak adil.
Secara profesional, ia patut dikritik atas beberapa keputusan taktik dan pemilihan pemain.
Namun secara manusiawi, pelatih asal Belanda itu memikul beban luar biasa berat: memimpin tim yang sedang berduka dan kehilangan arah.
Slot menunjukkan empati dan kepemimpinan dalam menghadapi tragedi di luar lapangan.
BACA JUGA:Manchester City Bidik Enzo Maresca sebagai Suksesor Pep Guardiola, Chelsea Incar Wonderkid Atalanta
BACA JUGA:Ruben Amorim Hadapi Krisis Transfer, 4 Gelandang Manchester United Bakal Angkat Kaki
Memecat pelatih yang baru saja membawa klub meraih gelar juara justru berpotensi memperparah situasi.
Ia membutuhkan waktu, bukan hanya untuk memperbaiki permainan, tetapi juga untuk memulihkan mental para pemain.
Laga melawan Wolves, tim juru kunci klasemen, sejatinya menjadi peluang ideal untuk bangkit.
Namun bagi Liverpool saat ini, tak ada lagi pertandingan yang benar-benar mudah.
Jarak antara sore penuh kedamaian di bulan Mei dan musim dingin yang penuh gejolak terasa sangat jauh.
BACA JUGA:Kobbie Mainoo Bakal Membelot ke Napoli, Hubungan dengan Amorim Kian Memanas di Manchester United
BACA JUGA:Cari Mesin Gol Baru, Chelsea Gerilya Rekrut 3 Striker di Bursa Transfer Januari
Kini, para pendukung Liverpool tidak lagi memimpikan trofi.