Harapan mereka jauh lebih sederhana, ketenangan, kebersamaan, dan kembalinya sepak bola sebagai sumber kebahagiaan, bukan lanjutan dari rangkaian duka.
Di masa-masa tergelap inilah identitas sejati Liverpool diuji.
Nyanyian You’ll Never Walk Alone tak lagi sekadar ritual pra-pertandingan, melainkan sumpah solidaritas bagi klub, pemain, dan suporter yang sama-sama terluka.
Sepak bola memang kejam, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.
BACA JUGA:Chelsea Ungguli Man United dalam Perebutan Wonderkid 'Pedri Baru' AZ Alkmaar
BACA JUGA:Chelsea Favorit Dapatkan Mike Maignan, AC Milan Bersiap Kehilangan Kiper Utama
Jika Arne Slot mampu mengubah rasa sakit menjadi energi persatuan, The Kop masih memiliki peluang untuk bangkit.
Jalan ke depan memang panjang dan berat, namun sejarah telah membuktikan, Liverpool tidak pernah menyerah pada takdir.