Presiden Hernandes ditangkap Pada 15 Februari 2022, oleh Kepolisian Nasional Honduras di kediamannya di Tegucigalpa, berdasarkan permintaan ekstradisi AS.
Hernández ditangkap di rumahnya di Tegucigalpa pada Februari 2022, hanya beberapa hari setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden.
Pengadilan federal AS mengadili Hernández atas tuduhan terlibat dalam konspirasi perdagangan narkoba serta menerima suap jutaan dolar dari kartel narkoba, termasuk dari Joaquín “El Chapo” Guzmán.
BACA JUGA:Venezuela Membara! Media India Sebut Penangkapan Maduro oleh Trump sebagai Penculikan
Pada Juni 2022, Hernández dijatuhi hukuman 45 tahun penjara.
Namun, pada 1 Desember 2025, Donald Trump memberikan pengampunan kepada Hernández. Beberapa hari setelah pembebasan tersebut, jaksa agung Honduras menerbitkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Hernández, memicu ketegangan hukum dan politik baru di negara tersebut.