Amang Waron

Selasa 13-01-2026,04:47 WIB
Oleh: Dahlan Iskan

Dokter hebat punya mimpi tertinggi: ingin punya alat paling hebat. Di bidangnya. Contohnya Dr Brahmana ingin punya robot. Dokter Fransiscus ingin punya USG edisi terakhir.

Mimpi seperti itu sulit dicapai. Bahkan sulit dipahami. Hanya dokter yang lebih hebat yang bisa memahaminya. Yakni  dokter yang sukses jadi pengusaha rumah sakit.

Contohnya Dr Amang Surya Proyanto. Ahli kandungan. Ahli bayi tabung. Ia bukan lagi ingin punya alat paling hebat. Mimpi Amang lebih dari itu: punya rumah sakit paling hebat.

Mimpi serupa juga ada di dr Purwati. Di bidang stemcell. Kini dia mendirikan rumah sakit di Tebet, Jakarta. Tidak jauh dari patung Pancoran: RS Toto Tentrem. Sebentar lagi diresmikan.

Amang pilih membangun RS butik. Belum ada di Surabaya. Kecil tapi kelas butik. Maka setelah ada hotel butik, kini ada RS butik.

Kecil yang saya maksud memiliki 102 kamar. Bangunannya sendiri 15 lantai --terlihat dari angka di dalam liftnya. Tapi saya tahu: tidak ada angka 4, 13, dan 14 di lift itu. Berarti 13 lantai --kalau ditambah basement.


--

RS butik itulah yang di dalam video yang lagi viral disebutkan: RS yang memiliki landasan helikopter di roof top-nya. Anda sudah tahu namanya: RS Waron. Di Surabaya timur.

Waron?

"Bagaimana cara mengejanya," tanya saya kepada dokter Amang.

"Waron. Biasa saja. Seperti orang Jawa mengucapkannya," jawabnya.

Oh... Saya pikir diucapkan dengan logat Inggris.

Nama Waron ternyata diambil dari nama lokasinya: di jalan Kali Waron. Tidak jauh dari perumahan elit Kertajaya Indah dan Dharmahusada Indah.

Di situ ada Jalan kembar. Dipisahkan oleh sungai. Yang di selatan sungai bernama Jalan Kali Waron. Yang di utara sungai disebut Jalan Kali Kepiting.

"Untungnya RS ini di selatan jalan. Bisa saya beri nama RS Waron," ujar Amang. "Kalau di utara jalan bisa-bisa namanya RS Kepiting," guraunya.

Saya sebut hebat karena satu  mimpi Amang ini mengandung tiga mimpi sekaligus: merekrut dokter paling hebat, diberi alat paling hebat, dan harus punya sistem tim yang hebat.

Yang terakhir itu yang masih agak langka di Indonesia: sistem tim. Secara perorangan dokter Indonesia tidak kalah hebat dari yang di luar negeri. Pun peralatan: bisa beli --kalau mau dan mampu.

Tapi di bidang tim kerja, ada kendala yang berat. Khas Indonesia. Lebih tepatnya: khas para pemilik profesi. Yakni: ego personal.

Dokter itu gampang merasa paling hebat. Akarnya sudah sering saya tulis: kata ”profesi”. Profesi berbeda dengan pekerjaan. Salah satu ciri  profesi adalah: otonomi. Orang yang di profesi punya otonomi untuk melakukan sesuatu atau tidak mau melakukan sesuatu.

Dokter sudah biasa otonom. Mendarah mendaging. Atasan pun bisa tidak dituruti. Bahkan bisa dilawan --kalau dirasa tidak sesuai dengan keilmuannya. Apalagi pasien: tidak mungkin boleh punya pendapat di bidang sakitnya.

Di Waron, hanya dokter yang seide dengan Amang yang dijadikan partner. Yakni dokter yang sudah nenyadari bahwa ego tidak boleh dimanjakan.

Amang sudah menemukan empat dokter jagoan yang ia inginkan. Rencanya kelak bisa 11 orang. Empat jagoan itu tidak diperlakukan sebagai karyawan. Atau anak buah. Empat-empatnya diminta sebagai partner usaha.

Caranya, empat dokter itu masing-masing mendirikan perusahaan. Dokter Amang ikut punya saham di empat perusahaan tersebut.

Masing-masing perusahaan boleh membawa merek mereka sendiri-sendiri ke RS Waron. Boleh pula mengembangkan merek semaksimal mungkin --tidak harus merek Waron yang dikibarkan.

Misalnya di lantai 7: ada The Cell. Ditulis dengan huruf besar.  Perusahaan The Cell milik bersama Prof Dr Brahmana dan Amang --atau PT-nya Amang.

The Cell bergerak di bidang ongkologi --Brahmana adalah ahli kandungan yang juga ahli kanker. The Cell sudah seperti rumah sakit kanker dengan ukuran satu lantai.


--

Lalu di lantai lain ada merek Falma. Pemilik perusahaan Falma adalah dr Fransiscus Hari Prasetyadi SpOG Subsp FM. Bergerak di bidang kehamilan. Pemegang saham Falma adalah dr Fransiscus bersama Amang. Falma sudah seperti rumah sakit khusus obgin dengan ukuran satu lantai.

Ada lagi merek Asha --kabarnya singkatan dari Amang Surya dan Haji Ali. Di perusahaan Asha, pemegang sahamnya Haji Ali dan Amang. Perusahaan Asha bergerak di bidang bayi tabung.

Perusahaan-perusahaan itu menyewa tempat di RS Waron. Fasilitas mereka ditangani oleh perusahaan rumah sakit.

Rumah sakit itulah yang sepenuhnya milik Amang dan istri --seorang dokter forensik asal Lampung; berdarah Lampung-Minang.


--

Datangnya mimpi Amang seperti  itu muncul dari penderitaan sedalam masa kecilnya. Ayahnya sopir. Punya anak enam --Amang anak keenam. Ayahnya meninggal ketika Amang baru berumur 2,5 tahun. Ia anak yatim. Kelahiran Jember.

Dengan segala upaya ia bisa kuliah di Surabaya: Unair. Di pondokan ia satu kamar dengan anak senasib dari Jember: kini terkenal dengan nama Prof Dr Dwikora --ahli ortopedi lulusan Unair-Jepang.

Amang sendiri mendapatkan spesialis kandungan dari Universitas Sriwijaya, Palembang. Lalu kembali ke Unair untuk S-3. Keahlian bayi tabungnya didapat dari berbagai pendidikan di banyak negara.

Amang suka bergurau soal mengapa lulusan Unair kuliah spesialis jauh-jauh ke Unsri. "Kalau mendaftar  di Unair saya pasti tidak diterima," katanya. "Saya harus tahu diri. Saya baru bisa lulus jadi dokter lewat ujian ulangan," katanya.

"Kalau Amang lulus terbaik tidak akan jadi pengusaha sukses seperti sekarang," komentar dr Gregorius Agung Himawan

lulusan terbaik Unair di angkatannya. Ia sekaligus terbaik se-Indonesia tahun itu.

"Justru kami-kami yang lulus terbaik ini yang sekarang ditolong dokter Amang," guraunya.

Amang jadi pengusaha karena dendam. Bukan karena pernah ujian ulang. Di samping dendam kemiskinan juga dendam profesi. Ia mimpi dokter harus punya rumah sakit yang terbaik.

Untuk menjadi yang terbaik itulah Amang merekrut lulusan-lulusan terbaik. Ia tidak menerima dokter yang ketika lulus lewat ujian ulang.

Sebagai ahli kandungan rumah sakitnya punya keistimewaan di bidang itu. Termasuk di bayi tabung. Amang membelikan alat terbaik untuk para juara itu. Misalnya Prof Dr Brahmana ia belikan robot. Belum banyak rumah sakit di Indonesia yang operasi pakai robot. Baru ada lima. Semua di Jakarta. Di Surabaya Waron-lah yang akan pertama.

Pekan lalu Brahmana dikirim ke Beijing. Bersama empat orang timnya. Mereka ke produsen robot. Merk EDGE. Made in China. Pun untuk robot operasi Tiongkok sudah jadi produsen.

Sebenarnya Brahmana sudah bisa menggunakan robot untuk operasi kandungan. Pernah pakai merek lain. Tapi karena Waron akan membelikannya  EDGE ia harus dilatih. "Ibaratnya kami ini sudah jadi pilot pesawat Boeing. Ketika akan menjalankan pesawat lain harus dilatih lagi," gurau Brahmana.

Pulang dari Beijing Brahmana menulis artikel untuk grup ahli kandungan. Ia ceritakan pengalamannya mengoperasikan robot made in China itu. "Sudah tidak kalah dengan bikinan Amerika," katanya. "Padahal harganya hanya sepertiganya", tambahnya.

Kalau Brahmana dibelikan robot, Dr dr Fransiscus Hari Prasetyadi dibelikan USG merek GE edisi terbaru, tipe Voluson Expert 22 BT 25. Sudah ada satu dua RS yang punya tipe serupa tapi bukan edisi terakhir.


--

Salah satu pertanda butiknya rumah sakit Waron adalah kamarnya: ada kamar di atas VVIP. Yakni kamar penthouse. Enam kamar. Juga ada penthouse untuk bayi yang baru lahir. Di penthouse dilakukan bayi rawat gabung. Bayi yang baru lahir dirawat di dalam kamar ibunya. Digabung dengan yang melahirkan.

Robotnya tidak hanya robot operasi, tapi juga robot farmasi. Masih ditambah robot-robot pelayanan. Pasien baru misalnya diantar ke kamar oleh robot.

ICU untuk bayinya --NICU- juga istimewa: 16 Nicu.

Saya tidak menyangka di Jalan Kali Waron berdiri rumah sakit butik. Yang dilakukan Amang di RS  Waron adalah cara baru dokter Indonesia berbisnis.. (DAHLAN ISKAN)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 12 Januari 2026: Reflek Radjimin

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

HIDUP, REFLEK, DAN KEMANUSIAAN.. CHDI hari ini membuat saya berhenti sejenak, lalu berpikir, lalu agak malu. Saya juga pernah mengira vegetatif itu hidup setengah-setengah, nyaris seperti sayuran. Ternyata saya salah. Ilmu pengetahuan justru sopan. Ia memilih istilah untuk menjaga martabat hidup. Vegetatif artinya hidup, bukan sekadar bernapas. Batang otak masih bekerja, maka kehidupan tetap harus dihormati. Yang paling keras pesannya justru datang dari kesunyian. Delapan tahun dirawat tanpa pidato, tanpa keluhan, tanpa hitung-hitungan. Anita tidak sedang menunggu mukjizat, ia sedang menjaga makna. Bagian soal makanan itu menohok dan agak lucu. Radjimin makan yang penting, bukan yang enak. Kita kebalikannya. Yang penting enak, nilai gizi nomor dua. Air mata yang meleleh memang refleks, bukan kesadaran. Tapi bisikan cinta tetap dilakukan. Karena keluarganya paham tentang itu. Penutupnya tajam. Negara tak boleh dipegang oleh orang vegetatif. Refleks boleh cepat, tapi akal dan nurani harus sadar. Kalau tidak, kebijakan bisa jalan otomatis, tanpa rasa. ### Caranya? Kalau pas Pemilu, pelajari "sifat dan sikap para calon" - dan pilih sesuai arah negara yang kita inginkan. Jangan karena partainya. Memang bisa? Ya kita coba di pemilu yang akan datang.

siti asiyah

Ngenes dan miris, bila kejadian vegetatif menimpa si tidak punya kemampuan.Bayangan saya mungkin seperti kejadian umumnya dikampung saya.Si sakit yang sudah tidak ada respon kesadaran, ditunggui. disuapi susu atau air putih diberikan sebisanya si sakit menerima.Diundang para tetangga dan kyai desa, dibacakan Al-qur an, surat Yasin biasanya.Ghaibnya, kadang kyai desa saya tak bersegera datang dan bersedia memimpin yasinan malah berpesan pada ahli warisnya : urung wayah e, dirawat disik ae ( belum saatnya, dirawat saja dulu ).Tapi mana kala pak kyai desa saya sudah bersedia datang dan mimpin yasinan, tak berselang lama si sakit berpulang. ( Inilah hal yang menambah kayakinan bahwa bila masih ada nyawa berati Allah Swt masih menjamin rizki-nya, begitupun bila selesai hidupnya berarti sudah selesai masanya )

Eksan Susanto

Memang luar biasa Bu Anita dengan kesetiaan dan perjuangannya. Tapi ada yang menggelitik pikiran saya, di posisi ini ada perawat 24 jam, finansial tidak ada soal... usia sudah tak lagi muda, anak sudah mapan. # Lain soal jika kasusnya di realitas berbeda, wanita muda dengan 1 anak kecil, suami kecelakaan hingga lumpuh, tidak ada pemasukan finansial, suami berada di persimpangan, wanita di batas kesabaran... mereka berpisah, bukan karena tidak setia, bukan karena tidak mau senang susah bersama, tapi keadaan yang memaksanya, itu pilihan berat mereka berdua. Ada ? iya ada, dan saya melihat sendiri raelita seperti itu.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KESETIAAN & CINTA.. Kisah ini pada akhirnya adalah kisah tentang Anita. Bukan tentang Radjimin yang vegetatif, tapi tentang seseorang yang tetap memilih setia. Kesetiaan dan Cinta..!! Delapan tahun bukan waktu singkat. Itu bahkan bukan "sekadar: cinta. Itu disiplin batin. Anita tidak bertanya, “Apa gunanya?” Ia juga tidak menawar, “Sampai kapan?” Ia menjalani. Hari demi hari. Dengan ritme yang sama. Tanpa panggung. Tanpa pernyataan heroik. Kesetiaan di sini tidak berisik. Ia merawat bukan karena harapan balasan. Tidak ada dialog. Tidak ada respon. Yang ada hanya tanggung jawab yang diterima sepenuhnya. Dalam sunyi. Dalam rutinitas. Dalam kesadaran penuh. Banyak orang setia saat situasi masih memberi sinyal. Anita setia justru ketika sinyal itu hilang. Ini level yang jarang dibicarakan. Karena tidak instagramable. Tidak bisa dipotong jadi kutipan motivasi. Delapan tahun ICU di rumah bukan simbol kemewahan. Itu simbol keputusan. Keputusan untuk tidak pergi ketika, misalnya "memutusksn pergi", itu sangat mungkin dan sangat dimaklumi. Di zaman relasi cepat dan komitmen pendek, kisah ini terasa janggal. Tapi justru karena itu penting. Kesetiaan ternyata bukan soal perasaan. Ia soal pilihan. Yang diulang setiap hari. Tanpa saksi. Tanpa jeda.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TENTANG REFLEK.. Kita sering mengira setiap reaksi itu tanda sadar. Tetapi reflek, orang sehatpun, yang namanya reflek adalah spontanitas "sebelum" atau "tanpa" berpikir. Apalagi orang dalam kondisi vegetatif. Ya. Reflek hanyalah kerja mesin dasar tubuh. Ia otomatis. Ia patuh. Ia tidak bertanya kenapa. Orang vegetatif dan orang sehat sama-sama punya reflek. Sama-sama bisa berkedip. Sama-sama bisa menangis. Jantung sama-sama berdetak. Semua itu dikendalikan batang otak. Bukan pusat berpikir. Bukan pusat nilai. Bedanya krusial. Orang sehat punya rem. Bisa menahan. Bisa memilih. Bisa berkata, “tunggu dulu.” Orang vegetatif tidak. Reflek berjalan sendiri. Tanpa koreksi. Tanpa makna. Tanpa tujuan. Di sinilah sering dsn bisa terjadi salah paham. Air mata dianggap empati. Diam dianggap setuju. Gerak dianggap sadar. Padahal bisa jadi itu hanya respon biologis. Mesin hidup yang bekerja tanpa sopir. Pelajarannya penting. Hidup manusia tidak cukup hanya bereaksi. Reflek menjaga tubuh tetap hidup. Tapi kesadaranlah yang menjaga arah. Tanpa kesadaran, keputusan jadi spontan. Kebijakan jadi impulsif. Program jadi reaktif. Cepat memang. Tapi bisa salah arah. Reflek itu perlu. Tapi jangan disalahartikan. Untuk sekedar hidup orang bisa dan boleh otomatis. Tapi untuk hidup bermakna, apalagi memimpin, orang harus sadar. Berpikir. Menimbang beberapa alternatif. Dan memutuskan alternatif terbaik dari yang dipertimbangkan.

mario handoko

selamat pagi mba isti. teman sebangku perjalanan dari yanproland turun ke kota bandung. teringat awak semasa divonis tertular covid. oleh dokter, awak dibekali 2 lembar resep. resep pertama isinya 6 - 7 macam obat. resep kedua hanya ditulis nexium. dibeli jika maag perih / tidak kuat. demikian petuah dokter. ternyata harga nexium, lumayan juga. sebiji kalau tidak salah ingat hampir 30 ribu. tahu begitu, daripada dompetnya ngga kuat. lebih baik maag yg dikuat kuatkan.

istianatul muflihah

Nexium - bukan anti infeksi - obat keluaran AstraZeneca ini berisi Esomeprazol. Ada yang kemasan saset 10 mg. Ada yang tablet 20 mg dan 40 mg. Esomeprazol masuk dalam golongan Proton Pump Inhibitor. Obat yang bekerja menekan asam lambung. Biasanya untuk gangguan stress ulcer, juga GERD (Gastroesophangeal Reflux Disease). Sementara Maltofer Fol, sesuai tulisan abah. Berisi zat besi. Biasanya untuk orang anemia. Yang unik, obat produksi Combiphar ini bentuknya chewable. Tablet kunyah. Kebanyakan produksi industri lain bentuknya tablet biasa atau kapsul.

ra tepak pol

Pak Agus S III ini mengingatkan kembali ketika saya masih SMP di Rangkasbitung... ada seorang pegawai Telkom yang hobi main bola kaki dan punya banyak penggemarnya kalau beliau bertanding. Spesialisasi-nya yang paling ditakuti lawan ketika beliau melakukan tendangan sepak pojok tidak peduli dari sisi kanan atau kiri dijamin melengkung bagai pisang dan GOOOL penonton bersorak sorai. Yang paling hebat dari beliau adalah cita-citanya menjadi pelatih bola karena anaknya laki laki berjumlah 11 orang.

Taufik Hidayat

Artikel hari ini dan kemaren masih membahasa tentang Almarhum Radjimin. istila vegetatif pernah saya dengar tapi jadi lebih mafhum setelah membaca artikel abah DI, selama ini kita lebih akrab dengan istilah koma . Ternyata memang berbeda. Tapi begitu membaca istilah vegetatif langsung diasosiasikan dengan tumbuhan, jadi manusia yag vegetatif hidup seperti tumbuhan, hidup punya refleks tapi tidak bisa pindah pindah tempat dengan sendirinya. nah ini mengngatka saya akan tumbuhan yang sering saya jumpai waktu kecil , yaitu putri malu alias Mimosa pudica. Putri malu banyak tumbuh di kuburan dan kalau kita sentuh dia akan malu. Ada juga yang menarik adalah tingkat intelektual almarhum . Disebutkan tidak tamat SMA, tapi akhirnya kuliah di Xiamen jarak jauh bakan hingga S2 dan menandatangani dosen ke Surabaya dari Tiongkok . Saya tidak tahu , (kalau abah suka pakai istilah anda sudah tahu), apakah univnya adalah Xiamen Daxue (厦门大学)? saya ingat pernah jalan ke kampusnya lebih 15 taun lalu. Tapi gak tahu kali ada kuliah jarak jauh juga. Sementara nama Radjimin itu juga terasa sangat klasik . Yang lebih familiar adalah nama Radjiman. Tapi begitu saya tahu bawa alm adalah bos bos telah abah, jadi tau bahwa nama nama ini memang diambil akibat policy era orde baru. Kalau sekarang nama gen z kebanyaan kebaratan seperti Kevin Brian dll. Saya juga ingat seorang teman bernama Tukimim serta Gimin. Yang satu sekarang kerja di Timur Tengah dan yang lain dulu di bandara CGK.

Juve Zhang

Kalau takdir membawa hidup kita vegetatif anda pilih mana ???? Rasanya untuk saya kaum dompet rakyat 5 lembar nominal 2000 an milih di cabut nyawa saja.....sudah cukup hidup hidup di dunia ..... akhirnya toh semua mahluk hidup harus mau dicabut nyawanya entah kena musibah atau penyakit.....yang penting selama hidup kita tidak ambil duit Rakyat tidak ambil Duit tetangga....tidak korupsi tidak makan uang haram rasanya Hidup Sudah bahagia .....jadi cabut saja nyawa silakan kalau memang nasib membawa kita mati batang otak atau vegetatatif.....

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TERNYATA KOMA ITU "TITIK", KALAU "KOMA" ISTILAHNYA VEGETATIF.. Di masyarakat kita, istilah “vegetatif” masih terdengar asing. Yang lebih akrab justru “koma”. Siapa pun yang belum meninggal tapi tak lagi merespons, langsung kita simpulkan: koma. Padahal, keduanya tidak sama. Koma adalah fase ketidaksadaran total, biasanya sementara. Atau "titik". Sedangkan kondisi vegetatif—yang sering luput kita pahami—adalah situasi di mana fungsi dasar tubuh masih bekerja, tetapi kesadaran sudah tidak hadir. Atau "koma". (Baca: belum titik --> vegetatif). Perbedaan ini bukan soal istilah medis semata. Ia menyangkut cara kita memahami hidup, harapan, dan keputusan. Alhamdulillah, CHDI memberi pencerahan. Bukan dengan jargon, tapi dengan penjelasan yang membuat kita sadar: ternyata selama ini kita sering keliru menyebut. Dan dari kekeliruan istilah, bisa lahir kekeliruan sikap.

djokoLodang

-o-- Jeda Perjalanan Di Jepang, terdapat sebuah peron kereta api yang tidak seperti peron lainnya. Peron ini tidak memiliki pintu masuk, pintu keluar, dan tidak ada kota di sekitarnya yang perlu dilayani. Tidak ada gerai tiket, tidak ada jalan di dekatnya, dan tidak ada tujuan yang menunggu di luar peron. Peron ini ada hanya untuk satu tujuan yang tenang. Kereta berhenti di situ agar penumpang dapat turun, bukan untuk pergi ke tempat lain, tetapi hanya untuk menikmati momen tersebut. Dikelilingi oleh alam terbuka, pegunungan di kejauhan, atau pedesaan yang tenang, peron ini menawarkan jeda dalam perjalanan di mana waktu terasa lebih lambat. Tidak ada yang perlu dilakukan selain melihat, rileks, dan menikmati pemandangan. Perhentian yang tidak biasa ini mencerminkan gagasan yang sangat Jepang: bahwa suatu tempat tidak perlu produktivitas atau kenyamanan untuk memiliki nilai. Terkadang, momen keheningan sudah cukup menjadi alasan. Peron ini menjadi pengingat bahwa perjalanan tidak selalu tentang tujuan akhir, tetapi tentang pengalaman di antaranya. Untuk sesaat, penumpang diundang untuk berdiri dalam keheningan, mengagumi pemandangan, dan terhubung kembali dengan keindahan dunia yang tenang sebelum kereta melanjutkan perjalanannya. --0.-

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

#Pak Liang.. Selingannya indah sekaligus “berisi”. Penjelasan bapak soal 多义词 (polysemous) terasa pas: 离别的车站 bukan sekadar stasiun fisik, tapi simpul makna—perpisahan, penantian, ingatan, bahkan takdir yang berulang. Pengulangan karakter ganda (珍重珍重, 别送别送, 呼唤呼唤) itu bukan hiasan, melainkan penekanan emosi: ragu, berat melepas, dan ketidakikhlasan yang jujur. Tak heran lagu ini lintas generasi. Tanpa menonton dramanya pun, orang bisa “nyampe”. Karena yang diantar bukan hanya kereta—tapi "perasaan" yang "tak pernah benar-benar pergi"..

Liáng - βιολί ζήτα

selingan 离别的车站 (Líbié de chēzhàn) ---> The Station of Farewell. Lagu 离别的车站 (Líbié de chēzhàn) adalah theme song serial drama 情深深雨濛濛 (Qíng shēn shēn yǔ méngméng) yang diproduksi bersama oleh production house dari Taiwan dan Tiongkok, pada tahun 2001. Liriknya ditulis oleh 琼瑶 (Qióngyáo), sedangkan komposisi musiknya ditulis oleh 徐嘉良 (Xújiāliáng), dinyanyikan oleh 赵薇 (Zhàowēi). Sebagian pengamat Mandopop mengatakan, bahwa 离别的车站 (Líbié de chēzhàn) terkait dengan serial drama tersebut - adalah 多义词 (duōyìcí). 多义词 (duōyìcí) itu apa ?? 多义词是具有几个彼此不同而又相互关联的意义的词,这些意义是同属一个本义(基本意义)的转移,引申、派生或衍生意义。 Kalau dalam bahasa Inggris, 多义词 (duōyìcí) itu semacam polysemous words. Bagi yang pernah menonton serial drama tersebut secara lengkap, mungkin akan lebih mudah untuk menginterpretasikannya..... Bagi saya pribadi, justru yang menarik dari lirik lagu 离别的车站 (Líbié de chēzhàn) adalah banyak menggunakan 2 karakter yang diulang : 珍重珍重 (zhēnzhòng zhēnzhòng) 别送别送 (bié sòngbié sòng) 呼唤呼唤 (hūhuàn hūhuàn) 凌乱凌乱 (língluàn língluàn) 泛滥泛滥 (fànlàn fànlàn) 挥断挥断 (huī duàn huī duàn) 不管不管 (bùguǎn bùguǎn) 千万千万 (qiān wàn qiān wàn) [1/3]

Wilwa

@Juve. Bicara USA vs Tiongkok-Rusia, kayaknya skor bakal 2-0. Setelah Venezuela kini Iran. Rusuh sudah berhari-hari. Ratusan demonstran kehilangan nyawa. Gegara demo akibat inflasi. Plus muak melihat korupsi theokrasi. Negara otoriter berbasis agama. Internet diblokir konon dengan bantuan teknis dari Rusia/Tiongkok. Bikin tambah marah demonstran. Tapi starlink Elon Musk dan smartphone jadi pembeda. Tapi bisa juga sih skor 1-1. Kalau Khameini menjadi Deng Xiao Ping - Tian An Men jilid dua. Tumpas keras sampai tuntas. Tapi satu lagi masalah yang bikin pusing Khameini selain inflasi pangan. Teheran terancam lumpuh karena krisis air. Mungkin ini juga salah satu yang diprotes demonstran. Konon Khameini mau memindahkan puluhan juta rakyat Teheran dan sekitarnya akibat krisis air. Trump tambah bikin pusing Khameini dengan mengancam invasi ke Iran dengan alasan hak asasi manusia dan demokrasi. Seperti biasanya.

 

 

Kategori :