“Pendapatan setiap 2 minggu kadang Rp1.500.000, kadang Rp1.600.000, kadang Rp1.700.000, tergantung hari liburnya,” kata Sugiyono.
Sementara Irfan, relawan SPPG Kota Semarang Semarang Tengah Brumbungan, bekerja di SPPG itu sejak 29 September 2025.
BACA JUGA:Pemerintah Anggarkan Rp16,9 Triliun Sulap 16.171 Sekolah, Mendikdasmen: Rampung Januari 2026
BACA JUGA:Ketua DPD RI: Biaya Politik Indonesia Termahal di Dunia, Pilkada Langsung Perlu Dievaluasi
Sebelumnya ia bekerja dengan motornya, menjelajahi jalanan kota Semarang, sebagai ojek online.
Sebagai pengemudi ojek online, pendapatannya tak pasti.
Karena itu ia kemudian bergabung menjadi relawan dapur MBG. “Saya lebih senang bekerja di dapur,” ujarnya.
Di SPPG itu, Irfan bekerja sebagai relawan di bagian cleaning service.
Sejak bekerja di dapur MBG ia mengaku mendapatkan penghasilan yang jelas dan pasti.
BACA JUGA:Pemerintah Konsen Kembalikan Kerugian Negara, DPR Dorong KPK Berikan Efek Jera Pelaku Korupsi Pajak
BACA JUGA:Gali Potensi PNBP, Purbaya Ujug-Ujug Datangi Kejagung
“Kalau bekerja di dapur, saya mendapatkan pendapatan pasti Rp110.000 per hari,” ujarnya.
Baik Sugiyono maupun Irfan mengaku banyak sukanya saat bekerja di dapur MBG.
“Kita enjoy bekerja di sini,” kata Sugiyono.
Sementara menurut Irfan, ia senang bekerja di dapur karena banyak mendapat rekan baru.
“Selain itu juga ada acara olahraga bareng, mini soccer, bersama kawan-kawan,” ujarnya.