JAKARTA, DISWAY.ID – Kementerian Kesehatan mengantisipasi penyebaran virus nipah dengan mempersiapkan uji tes PCR.
Diketahui virus Nipah tengah merebak pesat di beberapa negara yang bersumber dari negara India.
Setelah sempat geger di Thailand, ancaman Virus Nipah yang memiliki tingkat kematian (fatality rate) sangat tinggi kini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia.
BACA JUGA:BPOM Ungkap Vaksin TBC Inhalasi Asal China Gunakan Adenovirus, Terbaru di Dunia Medis
Tak ingin mengulangi kesalahan masa lalu saat menghadapi Covid-19, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia sudah memasang kuda-kuda sejak dini.
Meski hingga detik ini belum ditemukan laporan kasus resmi di dalam negeri, Menkes memastikan bahwa sistem deteksi dini sudah diaktifkan.
BACA JUGA:Kemenkes: Virus H3N2 Subclade K di Indonesia Terkendali, Tren Kasus Terus Menurun di Awal 2026
Salah satu amunisi utama yang disiapkan adalah ketersediaan reagen PCR khusus untuk mendeteksi keberadaan virus mematikan ini.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa prosedur deteksi Virus Nipah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan virus pada umumnya.
Penggunaan tes berbasis molekuler atau PCR tetap menjadi standar emas untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi atau tidak.
"Sampai sekarang sih belum kita amati di Indonesia, tapi kita sudah mempersiapkan, sudah sosialisasi, dan kita sudah menyiapkan reagen PCR-nya. Jadi sama kayak virus lain, ditesnya pakai PCR," ujar Menkes ditemui usia mengisi acara Universal Health Coverage di Jiexpo Kemayoran, Selasa 27 Januari 2026.
BACA JUGA:Wabah Virus Marburg Ditemukan di Ethiopia, Waspada Gejala-Gejala Ini yang Lebih Parah dari Ebola
Waspada Buah dan Droplet
Selain menyiapkan infrastruktur laboratorium, Menkes juga memberikan peringatan keras terkait gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat.
Ia menyoroti bagaimana virus ini bisa berpindah dari hewan ke manusia, terutama melalui makanan yang terkontaminasi.