Target akhirnya jelas, standar tertinggi, performa terbaik, dan prestasi yang membanggakan.
Salah satu prinsip terpenting Herdman adalah cara pandangnya terhadap pemain.
BACA JUGA:Jadwal Pekan ke-19 Super League, Persija vs Persita, Debut Shayne Pattynama Hari ini?
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melihat paspor, melainkan manusia.
Baginya, keberagaman baik itu pemain lokal maupun diaspora adalah kekuatan besar jika dikelola dengan benar.
“Keberagaman bisa menjadi kekuatan atau kelemahan. Semua tergantung pilihan kita,” kata pelatih asal Inggris tersebut.
“Jika kita memilih kekuatan, maka keberagaman latar belakang, nilai, dan karakter pemain justru akan menyatukan kita,” tambahnya.
Dengan dukungan sekitar 280 juta rakyat Indonesia, Herdman melihat peluang luar biasa bagi timnas.
BACA JUGA:Calvin Verdonk Main, Olivier Giroud Jadi Pahlawan! Lille Menang Dramatis di Liga Europa
Namun, ia juga menekankan bahwa dukungan tersebut harus diiringi dengan penerimaan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.
“Kita harus bersatu. Ini bukan kita melawan kita, tetapi kita melawan dunia,” tegasnya.
Herdman percaya bahwa kepemimpinan memiliki peran krusial dalam menentukan arah pilihan tersebut.
Ia ingin membantu para pemain dan seluruh ekosistem sepak bola Indonesia untuk memilih kekuatan, bukan perpecahan.
Ke depan, targetnya bukan hanya membangun timnas Indonesia yang kompetitif, tetapi juga menciptakan sejarah.