JAKARTA, DISWAY.ID - Jumlah mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) yang menerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Kementerian Agama, ada 34.653 mahasiswa penerima KIP-Kuliah pada 2026.
“Jumlah mahasiswa penerima KIP-K secara nasional pada Kementerian Agama pada 2025 berjumlah 27.086 orang dan naik pada 2026 menjadi 34.653 mahasiswa,” kata Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Setjen Kemenag Ruchman Basori, Minggu, 2 Februari 2026.
BACA JUGA:Red Notice Terbit, Pergerakan Riza Chalid Dipantau196 Negara, Masih Bisa Lolos?
BACA JUGA:Riza Chalid Menyerahlah, Interpol Sudah Mendeteksi Saudagar Minyak yang Buron Selama Setahun!
Menurut Ruchman, mulai 2025, pengelolaan KIP Kuliah yang semula ditangani Unit Eselon I pada Kemenag dialihkan kepada Puspenma Setjen.
Selain itu, Puspenma juga mengelola Program Indonesia Pintar (PIP) pada Pendidikan Dasar dan Menengah Kegamaan.
Ruchman mengapresiasi langkah UIN Palembang yang menggelar pembinaan mahasiswa penerima KIP-Kuliah dengan mempertemukan orang tua walinya.
Ruchman menilai kegiatan ini sangat penting sebagai ikhtiar membangun komunikasi baik antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan orang tuanya.
Apalagi, para mahasiswa penerima KIP-Kuliah itu menjadi mahasantri pada Ma’had Al-Jami’ah.
BACA JUGA:Red Notice Terbit, Interpol Lacak Jejak Riza Chalid sebagai Buronan Internasional
BACA JUGA:Cara Simpan Permanen Akun SNBP 2026 Lengkap Jadwal Cetak Kartu, Siswa Wajib Cek!
Ma’had Al-Jami’ah, kata Ruchman, sangat strategis memperkuat karakter mahasiswa dan meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat, inklusif dan toleran, dalam negara bangsa.
“Mahasiswa yang cerdas penting, tetapi tak kalah pentingnya adalah lahirnya profil mahasiswa yang berkarakter, bermoral dan berakhlak. Kita titipkan kepada para kyai dan dosen Ma’had Al-Jamiah Perguruan Tinggi,” ujar Ruchman.
“Ma’had Al Jami’ah adalah kawah candradimuka menggembeleng intelektual dan karakter calon cendekiawan untuk menjawab masa depan Indonesia,” sambungnya.