Li Hongwei, Menteri Penasihat Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, mengatakan bahwa Tiongkok memahami tantangan yang dihadapi Indonesia karena pernah berada pada situasi serupa.
"Tiongkok pernah berada dalam kondisi miskin dan lemah, di mana permasalahan gizi anak menjadi tantangan besar. Melalui kerja keras selama puluhan tahun, kami berhasil melakukan perbaikan besar dalam kesejahteraan dan gizi anak-anak,” ujarnya.
BACA JUGA:Eks Menlu: RI Gabung Board of Peace Usai Konsultasi dengan Negara Mayoritas Muslim
BACA JUGA:Anak Buah Kena OTT di Banjarmasin, Purbaya Tak Akan Intervensi Hukum
Karena itu, Tiongkok mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo untuk secara nyata meningkatkan standar gizi anak-anak dan perempuan di Papua.
"Kami berharap kerja sama antara Pemerintah Tiongkok, UNICEF, dan Pemerintah Indonesia dapat terus menjadi contoh teladan kerja sama tripartit yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Li Hongwei.
Sekretaris Jenderal BGN, Sarwono, mengatakan bahwa kolaborasi dengan mitra internasional membantu memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, terutama melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan teknis.
Sementara itu, Juru Bicara BGN Dian Fatwa menambahkan bahwa MBG bukan hanya program pemberian makanan, tetapi penguatan ekosistem layanan gizi yang berdampak jangka panjang.
“Program MBG menjawab kebutuhan Papua dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik secara konsisten, mereka memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan menjadi generasi Papua yang kuat,” ujarnya.
BACA JUGA:Jadwal Resmi Cuti Bersama ASN 2026 Diumumkan Prabowo, Total Ada 8 Hari
BACA JUGA:KPK OTT Pejabat Pajak di Banjarmasin, Apa Kasusnya?
Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama Pemerintah Indonesia, UNICEF, dan Pemerintah Tiongkok untuk terus memperkuat sistem gizi berbasis komunitas dan berorientasi pada kualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Papua dan percepatan terwujudnya Indonesia Emas 2045.