BACA JUGA:Nutrisi Alami, Buktikan Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Energi dan Stamina
Dalam hal ini, Achmad turut menekankan bahwa dengan janji pertumbuhan yang lebih tinggi, hal tersebut menuntut hal yang lebih keras: memotong konflik kepentingan yang menghambat efisiensi, lalu menempatkan daya beli dan lapangan kerja sebagai pusat desain anggaran serta kebijakan.
"Kalau pemerintah ingin pertumbuhan yang bukan hanya stabil, melainkan melompat, ukur keberhasilan tiap kebijakan dengan pertanyaan sederhana: apakah ini menambah pekerjaan, menaikkan pendapatan, dan memperluas kesempatan usaha," tutup Achmad.