Gaji Numpang Lewat Akibat Paylater, Antara Penyelamat Instan dan Jeratan

Gaji Numpang Lewat Akibat Paylater, Antara Penyelamat Instan dan Jeratan

Pinjaman online dan paylater menawarkan kemudahan dengan klaim tanpa harus datang ke bank, tanpa formulir tebal, cukup lewat ponsel dan dalam hitungan menit. -weiyi zhu -Istock

ANDA sudah tahu.Kliknya mudah, uangnya cair, barangnya datang. Hati pun senang. Tapi, begitu tanggal satu tiba, senyum itu mendadak kecut.

Bukan karena tidak gajian. Justru karena gajinya baru saja mampir di rekening, lalu langsung "terbang" ke aplikasi-aplikasi hijau, biru, dan oranye.

Begitulah potret baru masyarakat kita. Dulu, orang takut berutang. Sekarang, utang itu ada di genggaman tangan. Namanya mentereng, Paylater. Beli sekarang, bayar nanti. Kedengarannya seperti solusi, tapi bagi banyak orang, ia justru jadi jebakan Batman yang sangat rapi.

Playlater dan Gaya Hidup "Sisa Gaji"

Dewi baru berusia 27 tahun. Usia produktif. Harusnya ia sedang giat-giatnya menabung untuk masa depan. Tapi sejak 2022, hidupnya punya "partner" baru. Namanya bukan pacar, tapi paylater.

Awalnya hanya karena penasaran. Iklannya memang gila-gilaan. Muncul di mana-mana. Teman-temannya pakai. Seolah-olah dunia berbisik: "Aman, kok. Semua orang juga pakai."

Lalu datanglah momen itu. Dewi ingin ponsel baru. Tabungannya belum cukup. "Pertama kali saya pakai saat awal kerja. Ingin gadget baru tapi uangnya belum kumpul," kenang Dewi.

Ia diajari temannya. Sekali klik, ponsel impian di tangan. Cicilannya ringan, begitu pikirnya kala itu. Ia merasa tenang. Merasa diselamatkan.

Tapi penyelamat itu lama-lama jadi "penjajah".

Setelah urusan ponsel selesai, rasa lega itu berubah jadi ketagihan. Paylater bukan lagi untuk barang mewah, tapi untuk urusan perut. "Sering banget pakai, apalagi kalau ada promo makanan," imbuhnya.

Hasilnya? Setiap awal bulan, Dewi harus menjadi "akuntan dadakan" untuk dirinya sendiri. Bukan untuk menghitung keuntungan, tapi memutar otak bagaimana gaji yang baru masuk bisa cukup untuk membayar cicilan sebelum uangnya habis.

Ia sering merasa hanya hidup dari sisa gaji. Gaji masuk, notifikasi tagihan muncul, saldo berkurang drastis. Yang tersisa hanya cukup untuk ongkos dan makan seadanya sampai akhir bulan. Kadang cukup, tapi seringnya sesak.

"Jebakan bagi yang tidak bisa manajemen keuangan seperti saya," tukasnya getir.

Malu ke Kerabat, Nyaman ke Aplikasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads