Cycle of Civilization

Selasa 10-02-2026,08:29 WIB
Oleh: Prof. Jamhari Makruf, Ph.D.

Demokrasi menyediakan ruang bersama bagi kelompok yang berbeda—agama, etnis, kelas sosial—untuk hidup berdampingan tanpa saling meniadakan.

Melalui hak suara yang setara, setiap warga memiliki kesempatan menyampaikan aspirasi dan ikut menentukan arah kolektif bangsa, sekalipun pandangan dan kepentingan mereka beragam.

Di sinilah demokrasi bekerja sebagai mekanisme penyaluran konflik secara damai, mencegah ketegangan sosial berubah menjadi kekerasan dan perpecahan.

Lebih jauh, demokrasi menuntut akuntabilitas kekuasaan. Kekuasaan yang diawasi, dibatasi, dan dikoreksi secara terbuka memberi peluang lebih besar bagi lahirnya keadilan sosial.

Tanpa demokrasi yang substantif, solidaritas sosial mudah terkikis oleh ketimpangan, korupsi, dan dominasi kelompok tertentu. Bagi Indonesia, terutama para pemimpinnya, menjaga demokrasi berarti merawat fondasi peradaban itu sendiri.

Siklus peradaban memang keniscayaan sejarah, tetapi kehancuran bukanlah takdir yang tak terelakkan. Pertanyaannya kini: apakah demokrasi Indonesia akan sungguh menjadi energi pemersatu peradaban, atau justru berubah menjadi panggung perebutan kuasa yang mempercepat kemundurannya? 

 

by: Prof. Jamhari Makruf, Ph.D. Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)

Kategori :

Terkait

Selasa 10-02-2026,08:29 WIB

Cycle of Civilization

Minggu 13-10-2024,05:23 WIB

Sedih Tidak