Cycle of Civilization

Cycle of Civilization

Prof. Jamhari Makruf, Ph.D. Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII): Gagasan Ibn Khaldun memberi pengaruh luas bagi pemikir modern. Albert Hourani dalam A History of the Arab Peoples menjadikan konsep ‘ashabiyah (solidaritas sosial) sebaga-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID - Ibn Khaldun—yang bernama lengkap Abdurrahman bin Muhammad Ibn Khaldun al-Hadrami—menulis karya monumentalnya Muqaddimah (Prolegomena) pada tahun 1377.

Muqaddimah merupakan pengantar bagi karya utamanya, Kitab al-‘Ibar, yang membahas sejarah peradaban Arab, Berber, dan berbagai bangsa lain.

Para ilmuwan sosial modern menilai Muqaddimah sebagai karya perintis dalam bidang sosiologi, demografi, historiografi, dan teori perubahan peradaban.

Albert Hourani, sejarawan terkemuka dunia Arab, menyebut bahwa Ibn Khaldun berhasil mengungkap “inner laws” atau hukum-hukum batin yang menggerakkan masyarakat.

Pemikiran Ibn Khaldun lahir dari pengamatannya yang tajam terhadap dinamika sejarah. Ia hidup pada masa ketika dunia mengalami perubahan besar: runtuhnya Byzantium, bangkitnya Kesultanan Turki Usmani, jatuhnya Andalusia Muslim, serta kembalinya kekuasaan Kristen Eropa atas wilayah tersebut.

BACA JUGA:Panduan Klaim Saldo DANA Gratis Rp200.000 ke Dompet Elektroni, Aman dan Anti Scam

BACA JUGA:Ramalan Zodiak Leo dan Aquarius Hari ini 10 Februari 2026, Bagaimana Nasib Karier dan Asmara?

Kota-kota lama kehilangan pengaruhnya, sementara pusat-pusat peradaban baru muncul.

Dari pengalaman sejarah itu, Ibn Khaldun menyimpulkan bahwa peradaban tidak bersifat statis. Ia bergerak dalam siklus: lahir, tumbuh, mencapai kejayaan, kemudian menurun, dan akhirnya runtuh.

Gagasan Ibn Khaldun memberi pengaruh luas bagi pemikir modern. Albert Hourani dalam A History of the Arab Peoples menjadikan konsep ‘ashabiyah (solidaritas sosial) sebagai kunci memahami sejarah Arab.

Arnold Toynbee, melalui A Study of History, mengembangkan teori tantangan dan respons yang sejalan dengan siklus peradaban Ibn Khaldun.

Ernest Gellner, dalam Saints of the Atlas, menggunakan kerangka Ibn Khaldun untuk menjelaskan relasi kekuasaan dan struktur sosial masyarakat Atlas di Maroko.

Hal ini menunjukkan bahwa pemikiran Ibn Khaldun tidak hanya relevan bagi dunia Islam, tetapi juga menjadi fondasi teori sosial global.

BACA JUGA:Brighton Siap Lepas Carlos Baleba, Manchester United Calon-calon Ketikung Chelsea dan PSG!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads