Cycle of Civilization
Prof. Jamhari Makruf, Ph.D. Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII): Gagasan Ibn Khaldun memberi pengaruh luas bagi pemikir modern. Albert Hourani dalam A History of the Arab Peoples menjadikan konsep ‘ashabiyah (solidaritas sosial) sebaga-dok disway-
BACA JUGA:Krisis Liverpool! Arne Slot Bisa Dipecat Jika Gagal Penuhi Target Musim Ini, Manajemen Evaluasi
Cycles of Civilization, Keniscayaan Putaran Peradaban
Apa yang ditulis Ibn Khaldun dalam Muqaddimah merupakan refleksi atas realitas sosial masyarakat Arab-Berber di Afrika Utara dan Andalusia.
Ia menemukan bahwa usia efektif sebuah peradaban biasanya berlangsung sekitar tiga generasi—kurang lebih satu abad. Pola ini bersifat berulang dan lintas peradaban.
Ibn Khaldun membagi masyarakat menjadi dua tipe utama: masyarakat nomaden (badawah) dan masyarakat sedentari perkotaan (hadarah).
Masyarakat nomaden hidup dalam kondisi keras dan penuh tantangan. Situasi ini menumbuhkan solidaritas kelompok (ashabiyah) yang kuat, keberanian, serta kemampuan adaptasi tinggi.
Ikatan kolektif tersebut memungkinkan mereka membangun kekuatan politik dan militer, bahkan menaklukkan masyarakat kota.
Sebaliknya, masyarakat perkotaan yang hidup menetap cenderung mengalami pelemahan solidaritas sosial. Kehidupan kota yang individualistik membuat warga mengandalkan institusi negara—polisi, birokrasi, aparat—untuk menjaga keamanan dan keteraturan.
Ketimpangan ekonomi, gaya hidup elit yang mewah, korupsi, serta meningkatnya kriminalitas melemahkan kohesi sosial.
Menurut Ibn Khaldun, kondisi inilah yang membuat masyarakat kota rentan ditaklukkan oleh kelompok dengan solidaritas sosial yang lebih kuat.
Ia menegaskan bahwa ashabiyah adalah kunci kejayaan peradaban. Ketika solidaritas sosial menguat, peradaban tumbuh. Namun ketika kemewahan, ketidakadilan, dan korupsi merajalela, solidaritas melemah dan kehancuran menjadi tak terelakkan.
BACA JUGA:Cek Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa, 10 Februari 2026: BMKG Prediksi 3 Wilayah Berawan Sepanjang Hari
BACA JUGA:Siasat Gerilya Sales QRIS dan Candu Paylater
Empat Fase Peradaban
Ibn Khaldun menjelaskan bahwa peradaban bergerak melalui empat fase utama. Fase pertama adalah fase perjuangan dan pembentukan.
Peradaban lahir dari kelompok dengan solidaritas kuat, semangat kolektif, dan komitmen bersama untuk bertahan dan berkembang. Nilai kesederhanaan, keberanian, dan pengorbanan menjadi fondasi utama.
Fase kedua adalah fase kejayaan. Stabilitas politik terbentuk, ekonomi berkembang, ilmu pengetahuan dan kebudayaan tumbuh subur, serta infrastruktur diperluas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: